Warga Ciambar Keluhkan Menu MBG untuk Balita, Minta Evaluasi dan Perbaikan

waktu baca 2 menit
Senin, 21 Sep 2026 17:42 67 Korlip jawa barat

KPKTIPIKOR | SUKABUMI,  Sejumlah warga di Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, menyampaikan keluhan terkait menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak, khususnya balita, pada Senin (21/9/2026).

 

Keluhan tersebut muncul setelah warga menemukan menu yang dinilai kurang sesuai dengan harapan terhadap program pemenuhan gizi anak. Salah seorang warga, Leli, mengaku kecewa setelah melihat makanan yang diberikan kepada anak berupa cilok.

 

Menurut Leli, makanan yang diberikan kepada balita seharusnya memperhatikan aspek kecukupan gizi, keamanan pangan, serta kebutuhan tumbuh kembang anak.

 

“Miris melihat makanan untuk balita justru diberi cilok. Kami berharap menu yang diberikan benar-benar memperhatikan kebutuhan gizi anak,” ujar Leli dalam keluhannya.

 

Ia menyebut, persoalan tersebut bukan pertama kalinya membuat warga merasa kecewa. Karena itu, warga meminta adanya evaluasi terhadap pelaksanaan dan menu MBG yang disalurkan di wilayah Kecamatan Ciambar.

 

Keluhan warga tersebut dikaitkan dengan layanan MBG di wilayah Desa Ambarjaya, termasuk Posyandu Bsinu dan wilayah Anggrek 3. Warga berharap pihak pengelola maupun penanggung jawab program dapat memberikan penjelasan mengenai standar menu yang digunakan, khususnya untuk penerima manfaat usia balita.

 

Selain persoalan menu, warga juga meminta adanya keterbukaan mengenai komposisi makanan dan standar gizi yang menjadi acuan dalam penyediaan MBG. Hal tersebut dinilai penting agar orang tua memperoleh kepastian bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak aman dan memenuhi kebutuhan gizi.

 

Warga juga berharap adanya tindak lanjut setelah keluhan disampaikan kepada pihak terkait. Mereka meminta agar pengawasan terhadap makanan yang dibagikan diperketat sehingga kualitas menu dapat diperbaiki.

 

“Kalau memang sudah ada teguran dari media atau warga, kami ingin melihat apakah setelah itu ada perubahan terhadap makanan yang disalurkan kepada balita,” ungkapnya.

 

Keluhan warga tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di Kecamatan Ciambar. Hingga berita ini disusun, diperlukan konfirmasi dari pihak pengelola MBG dan instansi terkait mengenai menu yang diberikan, standar gizi, serta mekanisme pengawasan makanan bagi balita.

 

Catatan: Keluhan mengenai kandungan bahan tambahan atau zat tertentu dalam cilok belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan atau keterangan resmi dari pihak berwenang. Karena itu, informasi tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut agar pemberitaan tetap berimbang dan berdasarkan fakta.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA