Diduga Akibat Anak Bermain Korek Api, Rumah Warga Tapanrejo Muncar Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

waktu baca 4 menit
Sabtu, 7 Nov 2026 18:18 14 Admin KPK

 

 

Berita hari ini Kpktipikor id

 

BANYUWANGI – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik Katiman, warga Dusun Krajan, RT 002/RW 007, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, pada Sabtu (7/11/2026) siang.

 

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIB. Berdasarkan laporan awal Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi, laporan kejadian diterima petugas melalui Call Center Damkarmat pada pukul 13.11 WIB.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas piket Sektor Srono segera melakukan persiapan personel, armada, serta peralatan pemadaman.

 

Tim berangkat menuju lokasi pukul 13.15 WIB dan tiba pada pukul 13.26 WIB. Penanganan langsung dilakukan pada pukul 13.28 WIB.

 

Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengamatan kondisi kebakaran untuk mengetahui titik api, arah rambatan, serta potensi bahaya di sekitar bangunan.

 

Proses pemadaman dilakukan dengan menggelar dua jalur selang berukuran 1,5 inci dan menggunakan satu nozzle untuk mengarahkan penyemprotan air ke titik api.

 

Berkat upaya petugas Damkarmat bersama unsur terkait dan masyarakat sekitar, kobaran api berhasil dipadamkan pada pukul 14.55 WIB.

 

Selanjutnya, petugas melakukan pendinginan serta pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Seluruh proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 16.15 WIB.

Diduga Berawal dari Anak Bermain Korek Api

 

Berdasarkan hasil asesmen awal dan keterangan yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga bermula ketika seorang cucu pemilik rumah bermain korek api seorang diri di dalam kamar tengah.

 

Pemilik rumah yang berada tidak jauh dari kamar tersebut melihat kobaran api mulai muncul dari bagian atap kamar.

 

Api diduga menyambar kasur hingga kemudian membesar dan merambat ke bagian plafon rumah yang terbuat dari anyaman bambu.

 

Melihat kejadian tersebut, pemilik rumah segera berteriak meminta bantuan kepada anggota keluarga lainnya. Keluarga kemudian berupaya menyelamatkan anak tersebut dan keluar dari rumah untuk menghindari bahaya kebakaran.

 

Teriakan minta pertolongan juga mengundang perhatian warga sekitar. Warga segera berdatangan dan berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api yang semakin membesar membuat upaya pemadaman awal mengalami kesulitan.

 

Salah seorang warga kemudian menghubungi Call Center Damkarmat Kabupaten Banyuwangi untuk meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

 

Empat Penghuni Berhasil Dievakuasi

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak empat orang penghuni rumah berhasil dievakuasi. Berdasarkan laporan awal Damkarmat, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka-luka.

 

Sementara itu, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bangunan rumah beserta sejumlah barang berharga di dalamnya, antara lain perabotan rumah tangga, televisi, kulkas, dokumen, dan barang lainnya.

Kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp150 juta.

 

Meski demikian, sejumlah aset berhasil diselamatkan, di antaranya bangunan dapur serta empat unit kendaraan roda dua, yakni satu Honda Vario 150 cc, satu Honda Supra 125 cc, dan dua unit Honda Scoopy 110 cc.

 

Nilai aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai kurang lebih Rp95 juta.

 

Petugas Damkarmat Bersama Unsur Terkait Lakukan Penanganan

Operasi penanganan kebakaran melibatkan personel Sektor Srono dan unsur Redkarmat dengan dukungan sarana prasarana serta perlengkapan keselamatan operasional.

 

Selain itu, perangkat desa, unsur TNI, Polri, dan warga sekitar turut terlibat dalam membantu proses penanganan di lokasi kejadian.

 

Petugas juga melaksanakan investigasi awal dengan mengumpulkan informasi, meminta keterangan saksi, serta memeriksa area yang terdampak kebakaran untuk mengetahui gambaran awal peristiwa tersebut.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya terkait penggunaan benda-benda yang dapat memicu kebakaran, seperti korek api dan sumber api lainnya.

 

Orang tua diharapkan tidak membiarkan anak bermain dengan benda yang mudah menimbulkan api tanpa pengawasan orang dewasa.

 

Selain itu, masyarakat diimbau segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila mengetahui adanya kejadian kebakaran agar dapat segera ditangani.

 

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi terus mengedepankan kesiapsiagaan dan pelayanan kepada masyarakat dengan semangat:

 

“PANTANG PULANG SEBELUM API PADAM.”

 

Pewarta ( Slamet )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA