Diduga Terlibat Panggilan Video Bermuatan Seks, Oknum Kepala Sekolah di Bengkulu Selatan Tuai Sorotan Publik

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Nov 2026 06:42 10 Korwil Bengkulu

BENGKULU SELATAN — Dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Selatan menjadi sorotan masyarakat setelah beredar rekaman video yang diduga melibatkan seorang kepala sekolah dasar negeri berinisial AS dalam panggilan video bermuatan seksual (VCS). Rekaman tersebut menyebar di sejumlah grup media sosial dan memicu keresahan warga, terutama para wali murid.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan sarung di ruang kamar mandi dengan perilaku yang dinilai tidak pantas. Masyarakat menduga pria dalam video adalah kepala sekolah SDN di Kecamatan Air Nipis.

Saat dikonfirmasi sejumlah awak media pada Senin (2/11/2026), AS membenarkan bahwa sosok dalam video adalah dirinya. Dengan nada penyesalan, ia mengakui telah melakukan panggilan video bersama seorang perempuan yang identitasnya belum diketahui secara pasti, dan menyampaikan permohonan maaf.

“Memang benar itu saya. Saya melakukan hal tersebut di kamar mandi rumah sendiri. Saya mengakui khilaf dan sekali lagi meminta maaf,” ujar AS.

Pengakuan ini mendapat perhatian luas karena yang bersangkutan menjabat sebagai kepala sekolah, jabatan yang melekat pada kewajiban menjadi teladan bagi guru, peserta didik, dan masyarakat.

Salah satu yang menyayangkan kejadian ini adalah Sony Andri Putra, penggiat sosial dan pemuda kreatif asal Bengkulu Selatan. Ia yang telah melihat rekaman tersebut menilai perbuatan itu sangat merugikan citra pendidikan.

“Saya sudah menonton sendiri video tersebut. Sangat disayangkan hal seperti ini dilakukan oleh seorang kepala sekolah. Tindakan itu jelas tidak pantas dijadikan contoh dan berpotensi mencoreng nama dunia pendidikan,” tegas Sony.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan segera melakukan pemeriksaan serta evaluasi sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku.

“Kami meminta dinas tidak menunda‑nunda langkah. Jangan sampai perbincangan ini terus berlanjut dan menimbulkan kekhawatiran para wali murid,” ujarnya.

Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya bertugas mengelola administrasi sekolah, tetapi juga wajib menjaga integritas dan perilaku yang bisa diteladani semua pihak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan belum memberikan pernyataan resmi. Awak media masih terus berupaya mendapatkan klarifikasi terkait rencana pemeriksaan maupun kemungkinan tindakan administratif.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap jabatan di lingkungan pendidikan menuntut tanggung jawab profesional sekaligus integritas moral. Masyarakat berharap instansi berwenang mengambil langkah yang adil dan transparan agar kepercayaan terhadap lembaga pendidikan tetap terjaga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA