KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
SURABAYA – Penanganan maraknya potensi perundungan (bullying), penyalahgunaan obat-obatan terlarang, serta tawuran di kalangan pelajar dinilai memerlukan dorongan kuat dari lini terkecil masyarakat, yakni keluarga. Hal tersebut menjadi penekanan utama Wakapolda Jawa Timur Kombes Pol Feri Handoko Soenarso saat menggelar silaturahmi Jumat Keliling di Masjid Al-Muttaqin, Gayungan, Surabaya, Jumat (6/11/2026).
Di hadapan jamaah dan tokoh masyarakat setempat, Kombes Pol Feri menekankan bahwa pengawasan dan pola pengasuhan orang tua merupakan benteng pertahanan utama dalam menyelamatkan generasi muda dari perilaku menyimpang yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sosial.
Menurut Wakapolda Jatim, keterbukaan komunikasi dalam keluarga menjadi kunci utama pencegahan. Pendampingan yang intensif serta pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas harian anak-anak sangat menentukan pola perilaku remaja di luar rumah.
Kendati demikian, pengawasan keluarga juga harus diselaraskan dengan peran aktif sekolah dan lingkungan tempat tinggal. Kolaborasi antara pengurus RT/RW, tokoh agama, dan tenaga pendidik sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang tumbuh yang aman serta kondusif bagi anak.
Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pendampingan masyarakat melalui ruang komunikasi yang inklusif dan humanis. Dengan terbangunnya kemitraan yang solid antara kepolisian, orang tua, dan warga, potensi pelanggaran hukum yang melibatkan anak usia sekolah diharapkan dapat diminimalkan sejak dini. Sumber berita: (Red Jaskurnia)
Tidak ada komentar