Aktivis M. Yunus Wahyudi Datangi Gedung DPRD Banyuwangi, Petugas Tutup Pintu Gerbang Utama

waktu baca 3 menit
Selasa, 1 Sep 2026 18:13 18 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI — Pintu gerbang utama Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi ditutup rapat dan dijaga ketat oleh petugas keamanan internal pada hari Selasa, (01/09/2026). Langkah antisipasi ini diambil saat aktivis dari LSM Harimau Blambangan, M. Yunus Wahyudi, bersama kelompoknya mendatangi area gedung dewan.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa Yunus Wahyudi beserta rombongan dihalangi oleh personel keamanan gedung saat hendak melangkahkan kaki masuk ke dalam kompleks DPRD. Penjagaan ketat tersebut membuat kelompok massa tidak diperkenankan memasuki area dalam dan hanya diizinkan menyampaikan orasinya di luar pintu gerbang.

 

M. Yunus Wahyudi menyatakan bahwa kedatangannya ke gedung wakil rakyat tersebut bertujuan untuk mempertanyakan dan menuntut keterbukaan informasi publik terkait penanganan berbagai dugaan kasus hukum serta isu korupsi yang tengah berkembang di Kabupaten Banyuwangi.

 

“Kami datang untuk mempertanyakan tindak lanjut dan kejelasan pemeriksaan atas sejumlah kasus di Banyuwangi, termasuk dugaan kasus korupsi yang menyeret nama mantan Bupati Azwar Anas. Kami minta wakil rakyat transparan,” ujar Yunus di depan gerbang DPRD.

 

Sementara itu, pihak keamanan DPRD Banyuwangi menyampaikan bahwa penutupan pintu gerbang dilakukan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) pengamanan obyek vital dan ketertiban area perkantoran dewan.

 

“Penutupan pintu dilakukan untuk menjaga kondusivitas, keamanan gedung, serta memastikan agenda rapat dan pelayanan di internal DPRD tetap berjalan lancar. Pembatasan akses ini sesuai dengan SOP pengamanan yang berlaku,” tegas salah satu petugas keamanan di lokasi.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pimpinan DPRD Banyuwangi maupun pihak yang tersebut mengenai tuduhan yang disampaikan oleh massa aksi.

 

Pihak media masih berupaya mengonfirmasi Sekretariat DPRD serta pihak-pihak terkait guna memperoleh tanggapan berimbang atas tuntutan yang KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

Aktivis Datangi Gedung DPRD Banyuwangi, Petugas Tutup Pintu Gerbang Utama

 

BANYUWANGI — Pintu gerbang utama Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi ditutup rapat dan dijaga ketat oleh petugas keamanan internal pada hari Selasa, (01/09/2026). Langkah antisipasi ini diambil saat aktivis dari LSM Harimau Blambangan, M. Yunus Wahyudi, bersama kelompoknya mendatangi area gedung dewan.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa Yunus Wahyudi beserta rombongan dihalangi oleh personel keamanan gedung saat hendak melangkahkan kaki masuk ke dalam kompleks DPRD. Penjagaan ketat tersebut membuat kelompok massa tidak diperkenankan memasuki area dalam dan hanya diizinkan menyampaikan orasinya di luar pintu gerbang.

 

M. Yunus Wahyudi menyatakan bahwa kedatangannya ke gedung wakil rakyat tersebut bertujuan untuk mempertanyakan dan menuntut keterbukaan informasi publik terkait penanganan berbagai dugaan kasus hukum serta isu korupsi yang tengah berkembang di Kabupaten Banyuwangi.

 

“Kami datang untuk mempertanyakan tindak lanjut dan kejelasan pemeriksaan atas sejumlah kasus di Banyuwangi, termasuk dugaan kasus korupsi yang menyeret nama mantan Bupati Azwar Anas. Kami minta wakil rakyat transparan,” ujar Yunus di depan gerbang DPRD.

 

Sementara itu, pihak keamanan DPRD Banyuwangi menyampaikan bahwa penutupan pintu gerbang dilakukan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) pengamanan obyek vital dan ketertiban area perkantoran dewan.

 

“Penutupan pintu dilakukan untuk menjaga kondusivitas, keamanan gedung, serta memastikan agenda rapat dan pelayanan di internal DPRD tetap berjalan lancar. Pembatasan akses ini sesuai dengan SOP pengamanan yang berlaku,” tegas salah satu petugas keamanan di lokasi.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pimpinan DPRD Banyuwangi maupun pihak yang tersebut mengenai tuduhan yang disampaikan oleh massa aksi.

 

Pihak media masih berupaya mengonfirmasi Sekretariat DPRD serta pihak-pihak terkait guna memperoleh tanggapan berimbang atas tuntutan yang disuarakan oleh kelompok aktivis tersebut. Sumber berita: (Red Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA