Lodik Nuan Dukung Hilirisasi Petrokimia di pulau selaru, Kenang Perjuangan Lukas Uwuratuw.* 

waktu baca 2 menit
Selasa, 16 Jun 2026 10:09 8 Admin KPK

*Lodik Nuan Dukung Hilirisasi Petrokimia di pulau selaru, Kenang Perjuangan Lukas Uwuratuw.*

‎Saumlaki, kpktipikor.id -Tokoh masyarakat Desa Adaut yang juga mantan Sekretaris Desa Adaut periode 2013–2016, Lodik Nuan, menyatakan dukungannya terhadap proyeksi Kecamatan Selaru sebagai pusat hilirisasi petrokimia di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

‎Menurutnya, gagasan hilirisasi di Pulau Selaru bukanlah wacana yang lahir secara tiba-tiba, melainkan hasil dari perjuangan panjang sejumlah tokoh daerah, salah satunya Lukas Uwuratuw, yang sejak beberapa tahun lalu telah bergerak menggalang dukungan masyarakat dan pemerintah desa.

‎Lodik Nuan mengenang bagaimana pada tahun 2019, ketika dunia tengah menghadapi pandemi Covid-19, Lukas Uwuratuw tetap menunjukkan semangat dan komitmen besar dalam memperjuangkan masa depan Selaru. Dengan menggunakan sebuah mobil pickup, ia menjelajahi tujuh desa di Kecamatan Selaru, menempuh perjalanan di bawah terik matahari maupun derasnya hujan demi memperoleh dukungan bagi rencana pembangunan kawasan hilirisasi petrokimia.

‎“Beliau tidak hanya datang untuk berbicara, tetapi mengetuk hati para kepala desa dan masyarakat agar bersama-sama memperjuangkan masa depan Selaru. Perjuangan itu dilakukan dengan penuh ketulusan demi membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lodik Nuan.

‎Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut membuahkan hasil ketika tujuh kepala desa di Kecamatan Selaru memberikan dukungan resmi melalui penandatanganan surat dukungan terhadap rencana pembangunan hilirisasi petrokimia di wilayah hak ulayat masyarakat Selaru.

‎Menurut Lodik, perjuangan Lukas Uwuratuw telah menjadi fondasi penting bagi lahirnya harapan baru masyarakat Selaru. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mendukung setiap langkah pembangunan yang memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

‎Namun demikian, Lodik menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi petrokimia di Selaru harus dibarengi dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam mengawal regulasi, memastikan keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal, serta melakukan pengawasan lingkungan yang ketat melalui kajian AMDAL yang komprehensif.

‎Selain itu, dialog terbuka dengan tokoh adat, pemilik hak ulayat, dan masyarakat setempat sejak tahap perencanaan dinilai sangat penting untuk meminimalisir dampak sosial yang mungkin timbul serta memastikan pembangunan berjalan secara adil, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Selaru dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar secara keseluruhan.

‎@Doljer_99

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA