Wujudkan Ketahanan Pangan, Plh Kalapas Bangkinang Tebar Pakan Ikan Dan Tanam Bibit Jagung

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Jun 2026 04:24 7 Tim Investigasi Nasional

BangkinangKPKTipikor.Id – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian melalui penebaran pakan ikan dan penanaman bibit jagung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (08/06/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Suroto, Serta diikuti oleh jajaran pejabat struktural dan warga binaan yang aktif mengikuti program pembinaan di bidang pertanian dan perikanan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penebaran pakan ikan lele di kolam budidaya milik Lapas Kelas IIA Bangkinang.

Ribuan ekor ikan lele yang dibudidayakan merupakan hasil pengelolaan bersama antara petugas dan warga binaan dalam program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Suroto, mengatakan bahwa program budidaya perikanan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang bertujuan memberikan keterampilan sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab kepada warga binaan.

“Program perikanan ini tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat. Kami berharap melalui kegiatan ini, warga binaan dapat belajar tentang kerja keras, disiplin, dan kemandirian,” ujar Suroto.

Setelah kegiatan penebaran pakan ikan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit jagung di lahan produktif yang berada di area SAE Lapas Kelas IIA Bangkinang.

Penanaman jagung tersebut merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan lahan kosong sekaligus bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan yang terus digalakkan.

Selain memberikan manfaat ekonomi dan mendukung ketersediaan pangan, kegiatan pertanian tersebut juga menjadi media pembelajaran bagi warga binaan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian.

Plh. Kalapas, Suroto menambahkan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, namun juga menjadi wadah pembinaan karakter dan peningkatan kemampuan warga binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Penanaman bibit jagung ini merupakan bentuk nyata kontribusi Lapas Kelas IIA Bangkinang dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas nanti,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan langsung warga binaan dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen nantinya, diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, serta semangat untuk terus berkarya secara positif.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Jefriandy, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan berbasis pertanian dan perikanan merupakan salah satu program unggulan yang secara konsisten dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Bangkinang.

“Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan bekal keterampilan kerja kepada warga binaan. Kami berupaya menciptakan kegiatan yang produktif dan bernilai positif sehingga warga binaan dapat memiliki kemampuan yang berguna setelah kembali ke masyarakat,” jelas Jefriandy.

Melalui program pembinaan berbasis pertanian dan perikanan ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang berharap dapat terus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang produktif, mendukung ketahanan pangan, serta memberikan manfaat nyata bagi proses pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

 

Editor : Ayu Amelia

Tim Investigasi Nasional

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA