Upacara 17 Agustus di Atas Puing Rumah Warga Desa Kawasi

waktu baca 1 menit
Kamis, 20 Agu 2026 19:09 6 Admin KPK

KPK tipikor.di

Desa Kawasi, 17 Agustus 2026 — Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kawasi tahun ini berlangsung dalam suasana yang berbeda. Warga melaksanakan upacara 17 Agustus di atas puing-puing rumah yang telah dibongkar, menjadi gambaran nyata perubahan dan persoalan yang masih dihadapi masyarakat setempat.

 

Di tengah momentum memperingati kemerdekaan, warga tetap berdiri bersama untuk mengibarkan Merah Putih dan mengenang perjuangan para pendahulu bangsa. Namun, pelaksanaan upacara di lokasi bekas permukiman tersebut juga menyampaikan pesan kuat tentang kondisi warga Kawasi yang tengah menghadapi perubahan ruang hidup dan pemindahan permukiman.

 

Puing-puing rumah yang menjadi tempat berdirinya warga bukan sekadar sisa bangunan. Bagi masyarakat, tempat tersebut menyimpan sejarah, kehidupan keluarga, serta kenangan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.

 

Momentum 17 Agustus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai hak setiap warga untuk memiliki ruang hidup yang layak, aman, bermartabat, dan tetap menghargai sejarah serta identitas komunitas.

 

Dari atas puing-puing rumah, warga Kawasi kembali mengibarkan Merah Putih. Sebuah simbol bahwa di tengah perubahan dan kehilangan, semangat untuk mempertahankan kehidupan, martabat, serta masa depan kampung mereka tetap menyala.

 

Pantawan — melihat dari dekat, menyuarakan dari lapangan.wartawan:

Arnol wiher labage

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA