Semarak Dirgahayu Kemerdekaan RI, Ketua Poktan Pusaka Pasir Kamulyan Gelar Kegiatan Meriah

waktu baca 3 menit
Kamis, 20 Agu 2026 16:21 50 Korlip jawa barat

KPKTIPIKOR | SUKABUMI — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di tengah masyarakat Desa Caringin Wetan, Kabupaten Sukabumi. Berbagai kegiatan yang melibatkan warga digelar di lingkungan Jl. Cikukulu, Kampung Kongsi, Desa Caringin Wetan, sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan dalam momentum kemerdekaan.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat dan turut melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Pusaka Pasir Kamulyan yang diketuai Eggun.

Sejak rangkaian kegiatan dimulai, suasana lingkungan masyarakat tampak semarak dengan berbagai ornamen bernuansa merah putih. Warga dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam sejumlah kegiatan yang dikemas secara meriah, namun tetap mengedepankan nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat adalah pawai atau karnaval. Warga tampil mengenakan pakaian dengan nuansa merah putih, sehingga suasana peringatan kemerdekaan semakin terasa. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air dan mengenang perjuangan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

Ketua Poktan Pusaka Pasir Kamulyan, Eggun, turut memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat, khususnya di tengah kehidupan bermasyarakat yang membutuhkan semangat kebersamaan.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat berkumpul, bersilaturahmi dan bersama-sama menjaga semangat gotong royong,” ujar Eggun.

Selain kegiatan pawai dan hiburan masyarakat, rangkaian peringatan juga diramaikan dengan kehadiran sejumlah stand masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Keberadaan stand UMKM tersebut memberikan ruang bagi warga untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk lokal. Hal ini dinilai menjadi bagian positif dari kegiatan kemerdekaan karena selain menghadirkan hiburan, kegiatan juga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Tidak hanya kegiatan yang bersifat hiburan, rangkaian peringatan kemerdekaan tersebut juga diisi dengan kegiatan keagamaan berupa pengajian. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah penceramah, di antaranya Kiai Dalang Muda, Ustadz Lutfi, Ustadz Denda, dan Ustadz Rian.

Pengajian menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kebersamaan melalui kegiatan positif. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan keagamaan tersebut turut menambah suasana khidmat di tengah semarak perayaan kemerdekaan.

Eggun mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk merefleksikan perjuangan para pendahulu bangsa.

Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat persatuan, gotong royong, kepedulian sosial, serta menjaga kerukunan menjadi nilai yang harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan kemerdekaan bukan hanya soal hiburan, tetapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kebersamaan, kepedulian dan kegiatan yang positif. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus mempererat silaturahmi masyarakat,” katanya.

Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan. Anak-anak, pemuda, orang tua hingga pelaku UMKM turut mengambil bagian sesuai peran masing-masing.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI masih menjadi salah satu momentum yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Di tengah kesibukan sehari-hari, warga dapat kembali berkumpul, berinteraksi, dan membangun komunikasi dalam suasana yang penuh kegembiraan.

Bagi masyarakat Desa Caringin Wetan, semangat merah putih diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian acara berakhir. Nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan kemerdekaan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat budaya gotong royong.

Rangkaian kegiatan 17–20 Agustus 2026 tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana yang mampu menghadirkan kebersamaan dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi.

Dengan semangat persatuan dan gotong royong, masyarakat diharapkan dapat terus berkontribusi dalam membangun lingkungan yang harmonis, produktif dan penuh kepedulian.

 

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.

Merdeka!

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA