Sinergi Lintas Instansi Atasi Kepadatan Ketapang: Kombinasikan Rekayasa Arus dan Penambahan Armada Kapal

waktu baca 3 menit
Senin, 7 Sep 2026 14:37 18 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI — Penanganan kemacetan dan antrean panjang kendaraan yang menuju ke Pelabuhan Ketapang kini ditangani melalui strategi terpadu. Langkah penanganan tidak lagi hanya berfokus pada rekayasa arus lalu lintas di jalur darat, melainkan juga diselaraskan dengan peningkatan kapasitas operasional penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk.

 

Pola penanganan terintegrasi ini disepakati dalam rapat koordinasi lintas instansi yang berlangsung di Banyuwangi pada Minggu (6/9/2026). Pertemuan tersebut menghadirkan jajaran Polda Jawa Timur, Polresta Banyuwangi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta PT ASDP Indonesia Ferry.

 

Dalam skema penanganan ini, Polresta Banyuwangi bertugas mengendalikan dinamika lalu lintas di area yang terdampak kemacetan. Petunjuk dan pengaturan di lapangan diterapkan secara situasional untuk memastikan pergerakan kendaraan ke arah pelabuhan tetap terkondisikan, sekaligus menekan risiko penumpukan yang lebih luas di ruas jalan arteri.

 

Agenda koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol I Gusti Bagus Krisna Fuady, S.I.K., M.A.P., Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Hakim, S.I.K., M.H., serta Kasat PJR Polda Jatim AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, S.H., S.I.K., M.H.
Upaya penguraian di darat disinergikan langsung dengan kesiapan moda transportasi laut.

 

Kemenhub bersama ASDP berupaya mengoptimalkan daya angkut armada kapal penyeberangan. Dengan percepatan muat dan penambahan kapasitas penyeberangan, kantong-kantong antrean di pelabuhan diharapkan dapat terurai secara bertahap.

 

Sejumlah pejabat daerah dan instansi teknis turut mengawal pembahasan integrasi ini, di antaranya Wakil Bupati Banyuwangi Ir. H. Mujiono, M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja, S.Pt., M.Si., Direktur Sarana, Prasarana, dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Kemenhub Sigit Widodo, S.T., M.T., serta GM ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto Heriawan.

 

Guna menjaga kelancaran proses penguraian di lapangan, kepolisian mengimbau para pengguna jalan yang melintasi kawasan Ketapang untuk disiplin mematuhi arahan petugas. Pengendara diminta tidak menyerobot antrean, tidak menggunakan jalur berlawanan arah yang berpotensi memicu kemacetan total, serta tidak memarkir kendaraan secara sembarangan di bahu jalan.

 

Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga jarak aman antar-kendaraan dan tidak bersikap impulsif saat arus bergerak perlahan. Sikap saling mendahului justru terbukti dapat memperparah hambatan lalu lintas serta memperlambat proses penguraian kemacetan.

 

Sinergi antara Polresta Banyuwangi dan instansi terkait dipastikan terus berlanjut secara fleksibel mengikuti perkembangan volume kendaraan di area Ketapang. Langkah intervensi jalanan dan penguatan moda penyeberangan ini diprioritaskan agar aktivitas serta mobilitas masyarakat tetap berjalan aman dan terkendali. Sumber berita: (Red Dwipan dan Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA