Ribuan Warga Padati Taman Blambangan, Peringatan HUT ke-81 RI di Banyuwangi Berlangsung Semarak

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Agu 2026 19:36 6 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Blambangan, Senin (17/8/2026). Selain dihadiri jajaran pejabat daerah, khidmatnya prosesi pengibaran bendera turut disaksikan langsung oleh masyarakat umum yang memadati area sekitar lokasi.

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memimpin langsung jalannya upacara selaku Inspektur Upacara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Kristiawan, Dandim 0825 Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, serta Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan.

 

Hadir pula Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi I Gede Yuliarta dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi Farid Gunawan.

Rangkaian upacara dimulai pukul 07.45 WIB dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh 75 pelajar pilihan tingkat SMA se-Banyuwangi yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

 

Pada momen puncak, barisan Paskibraka menampilkan variasi formasi baris-berbaris khusus yang membentuk angka “81 TH”.

Prosesi berlanjut dengan pembacaan teks Pancasila serta Pembukaan UUD 1945. Adapun naskah Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara.

 

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang sejak pagi untuk menyaksikan pengibaran bendera dari dekat. Risma, warga asal Penataban, mengaku sengaja meluangkan waktu beranjak ke Taman Blambangan tepat setelah menyelesaikan aktivitas rumah tangganya.

 

Sejumlah ibu rumah tangga juga tampak hadir membawa barang belanjaan usai singgah dari pasar tradisional setempat. Tak ketinggalan, wisatawan luar daerah turut memanfaatkan waktu luang menonton upacara sembari menunggu jadwal keberangkatan kereta api menuju Surabaya.

 

Kenyamanan para pengunjung sipil pun mendapat apresiasi dari warga. Ari, warga asal Kecamatan Bangorejo, mengaku berkesan karena panitia menyediakan fasilitas peneduh berupa tenda beserta konsumsi ringan bagi penonton umum. Kedatangannya sekaligus untuk memberikan dukungan moral kepada sang keponakan yang ikut tampil mengisi acara penunjang.

 

Usai prosesi inti, suasana upacara kian meriah melalui pertunjukan seni budaya Nusantara yang dibawakan oleh ratusan siswa-siswi jenjang SD, SMP, hingga SMA se-Banyuwangi. Berbagai tarian daerah ditampilkan, mulai dari kebudayaan Dayak, Betawi, Minang, hingga tarian khas masyarakat Banyuwangi.

 

Dalam amanatnya, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa momentum kemerdekaan harus dijadikan pijakan bersama untuk mengakselerasi pembangunan daerah dan menyelesaikan tantangan sosial.

 

“Kemerdekaan ini harus kita maknai sebagai pendorong semangat untuk terus membangun daerah. Masih ada berbagai pekerjaan rumah yang wajib kita tuntaskan bersama, seperti penanganan kemiskinan, anak putus sekolah, serta penurunan angka stunting. Di sisi lain, laju pertumbuhan ekonomi daerah juga harus terus dijaga. Pada prinsipnya, sepuluh program prioritas nasional sebagaimana yang disampaikan Presiden Prabowo dalam Pidato Penyampaian APBN harus dapat kita laksanakan secara optimal di tingkat daerah,” tutur Ipuk.

 

Adapun jajaran petugas utama yang mengemban amanah pengibaran bendera pada peringatan tahun ini adalah I Gusti Ayu Mahisita dari SMAN 1 Srono sebagai pembawa baki bendera. Sementara itu, posisi pengerek bendera dipercayakan kepada Dyandra Ramadhan Taufani dari SMAN 1 Genteng, didampingi Muhammad Rezky Perdana sebagai pembentang bendera dan Davian Ardhana Putra sebagai pengulur bendera, yang keduanya merupakan siswa SMA 2 Taruna Bhayangkara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA