Perkuat Industri Kecil Berbasis Digital, Ratusan Warga Temuguruh Tampung Edukasi Pengembangan Usaha

waktu baca 2 menit
Minggu, 13 Sep 2026 20:18 5 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI — Sebanyak 130 warga memadati Warung Isun Gendoh di Dusun Tojo Kidul, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, pada Minggu (13/9/2026). Pertemuan ini diselenggarakan sebagai ruang sosialisasi sekaligus musyawarah bersama guna merumuskan langkah strategis perkuatan sektor perindustrian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi era transformasi digital.

 

Kegiatan yang dipandu oleh Yunus sebagai pembawa acara tersebut dimulai pukul 12.00 WIB hingga selesai. Agenda ini mempertemukan warga dengan jajaran pemangku kebijakan, praktisi pendidikan vokasi, perwakilan perbankan, hingga ahli teknologi informasi.

 

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Daerah Pemilihan IV (periode 2014–2026), Pranaya Yundha Mahardika, S.P., M.I.P., hadir menjadi narasumber utama. Dalam paparannya, ia menggarisbawahi perlunya penyelarasan regulasi daerah dengan kesiapan para pelaku bisnis lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

 

“Pengembangan industri skala kecil dan menengah saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas produksi. Para pelaku usaha juga dituntut responsif terhadap teknologi, disiplin dalam pencatatan keuangan yang akuntabel, serta terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegas Pranaya di hadapan para peserta.

 

Dukungan serupa disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Sri Yuliani. Ia menyoroti pentingnya keterjangkauan program pendampingan pemerintah hingga ke tingkat pelosok desa, khususnya di kawasan Kecamatan Sempu.

 

Menjawab tantangan permodalan, Pimpinan Bank BPR Cabang Jatim Banyuwangi, Agus Handoyono, memaparkan pelbagai skema pembiayaan yang dinilai aman serta ramah bagi pengusaha lokal yang ingin memperluas skala bisnisnya.

 

Pada aspek penguatan keterampilan kerja, Ketua Yayasan Nur Hidayah sekaligus pengelola pelatihan kerja bidang perhotelan, tata boga, barista, dan bahasa asing, Irawan, S.Pd., S.M., M.M., menekankan pentingnya kualitas tenaga kerja. Menurutnya, ketersediaan SDM yang kompeten merupakan pondasi utama penopang industri jasa maupun manufaktur di tingkat lokal.

 

Guna melengkapi pemahaman peserta dari sisi teknologi visual dan digital, Muhammad Nur Hanif, S.Tr.Kom., praktisi pemrograman dan perangkat lunak komputer asal Banyuwangi, membagikan langkah praktis otomatisasi usaha. Ia memaparkan penerapan piranti lunak sederhana untuk efisiensi operasional hingga strategi optimalisasi platform digital.

 

Kegiatan ini turut mendapat sambutan positif dari Kepala Dusun Tojo Kidul beserta tokoh masyarakat setempat. Melalui pemahaman yang didapat dari ruang musyawarah ini, 130 warga peserta diharapkan dapat mengaplikasikan strategi penguatan bisnis secara nyata demi mendorong kemandirian ekonomi daerah secara berkelanjutan. Sumber berita: (Red Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA