KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
SURABAYA — Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas tindakan atau pelayanan jajarannya yang dinilai masih kurang berkenan di lapangan. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri agenda Jumat Keliling di Masjid Baitussalam, Jambangan, Surabaya, Jumat (30/10/2026).
Sikap akuntabel ini ditegaskan Kapolda Jatim di hadapan jemaah Salat Jumat sebagai bagian dari evaluasi internal dan implementasi program ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Pihaknya menekankan komitmen untuk terus mereformasi kultur pelayanan di jajaran Polda Jatim agar lebih transparan dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Silakan masukan dan kritik disampaikan melalui Bhabinkamtibmas maupun Kapolsek. Saya sudah menekankan kepada seluruh anggota agar tidak mengambil hak masyarakat dalam bentuk apa pun. Berikan pelayanan dengan tulus, tanpa pamrih, dan jangan sampai ada anggota yang melakukan pemerasan, penipuan, atau tindakan yang menyakiti hati masyarakat,” tegas Dekananto.
Langkah transparansi ini dinilai penting untuk mengembalikan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Selain menyoroti integritas jajaran internal, Kapolda Jatim turut menyoroti ancaman serius yang membayangi generasi muda di Jawa Timur.
Maraknya insiden tawuran pelajar, perundungan di lingkungan sekolah, serta bahaya penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian utama pihak kepolisian. Dekananto mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan pengawasan dan perhatian kasih sayang di rumah, yang sering kali menjadi akar penyebab anak terjerumus ke dalam pergaulan negatif.
Guna menangkal potensi kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur, Polda Jatim kini menggencarkan program Polisi Jogo Sekolah. Melalui skema ini, petugas kepolisian diturunkan untuk berkolaborasi dengan pihak sekolah, wali kelas, dan instansi terkait untuk memberikan edukasi serta pencegahan dini.
Melalui perpaduan antara keterbukaan menerima kritik internal dan langkah proaktif menjaga keamanan lingkungan, Polda Jatim berharap sinergi antara kepolisian, ulama, dan masyarakat dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi mewujudkan Jawa Timur yang aman dan harmonis. Sumber berita: (Red Jaskurnia)
Tidak ada komentar