Bengkulu Utara, Kpktipikor.id – Data kepegawaian di lingkungan SMKN 3 Bengkulu Utara menarik perhatian masyarakat dan memicu pertanyaan publik. Tercatat dalam dokumen yang tertera bahwa jumlah tenaga pendidikvtahun 2025 yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 17 orang dan tenaga honorer sebanyak 3 orang.
Namun, data yang dilaporkan menyebutkan bahwa jumlah tenaga pendidik Padang tahun 2025 lebih dari 20 orang. Perbedaan angka ini memunculkan dugaan adanya manipulasi data yang diduga dilakukan untuk keuntungan pribadi oleh oknum tertentu.
Berdasarkan dokumen yang beredar, tertulis secara resmi bahwa di SMKN 3 Bengkulu Utara terdapat 17 orang guru PNS dan 3 orang guru honorer, sehingga total berjumlah 20 orang. Namun, laporan menyebutkan bahwa jumlah riil tenaga pendidik yang bertugas di sekolah tersebut ternyata lebih dari angka yang tercatat dalam dokumen.
Perbedaan ini tentu memicu pertanyaan penting: ke mana selisih data tersebut tertuju dan apa dampaknya secara keuangan maupun administrasi.
Jika benar terdapat ketidakcocokan antara data yang dilaporkan dengan kondisi di lapangan, hal ini tentu memerlukan penjelasan yang transparan dan akuntabel dari pihak yang berwenang. Dugaan manipulasi data untuk keuntungan pribadi merupakan hal yang serius dan harus diteliti secara cermat berdasarkan fakta dan bukti yang sah.
Saat awak media berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Sekolah SMKN Bengkulu Utar, Musnadi, Guna mendapatkan penjelasan dan klarifikasi, hingga saat ini pihak yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun hak jawab terkait laporan tersebut.
Dugaan manipulasi data ini masih berada dalam tahap dugaan laporan fiktif, Masyarakat berhak mengetahui kebenaran data tersebut mengingat hal ini menyangkut pengelolaan keuangan negara dan administrasi sekolah.
Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu diharapkan dapat melakukan peninjauan dan verifikasi secara objektif di SMKN 3 Bengkulu Utara guna memastikan akurasi data kepegawaian di sekolah-sekolah di bawah naungannya. (DF)
Tidak ada komentar