Dari Knalpot Brong jadi Ayam Pelung , Kreativitas Polres Cianjur Edukasi Tertib Berlalu Lintas

waktu baca 3 menit
Rabu, 16 Sep 2026 20:11 7 Admin KPK

 

 

 

 

 

 

 

KPKTIPIKOR. ID

 

 

 

Cianjur — Ada cara kreatif yang dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk menyampaikan pesan tertib berlalu lintas kepada masyarakat. Puluhan hingga ratusan knalpot hasil penindakan terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan dimanfaatkan menjadi sebuah karya berbentuk Ayam Pelung, ikon yang lekat dengan Kabupaten Cianjur.

 

Karya tersebut kini berdiri sebagai Tugu Knalpot Ayam Pelung di kawasan simpang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Taman Kota Ramayana Cianjur. Tugu tersebut secara resmi ditandatangani oleh Kapolda Jawa Barat pada Rabu (16/9/2026).

 

Tugu ini bukan sekadar ornamen di tengah kota. Di balik bentuknya yang menyerupai Ayam Pelung, terdapat pesan mengenai pentingnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan kendaraan bermotor sesuai aturan.

 

Tugu tersebut merupakan hasil kreativitas jajaran Polres Cianjur dalam memanfaatkan barang hasil penindakan dari kegiatan razia knalpot brong yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Cianjur.

 

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menghadirkan pesan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih mudah diterima.

 

“Penertiban knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis bukan hanya persoalan penindakan. Di dalamnya ada pesan yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat, yaitu pentingnya menghormati hak pengguna jalan lainnya untuk mendapatkan keamanan, keselamatan dan kenyamanan,” ujar AKBP Alexander.

 

Menurutnya, penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan dapat menimbulkan gangguan bagi masyarakat. Karena itu, penertiban yang dilakukan Polres Cianjur tidak hanya berorientasi pada tindakan hukum, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.

 

“Kami mencoba mengubah sesuatu yang sebelumnya menjadi barang hasil penindakan menjadi sebuah karya yang memiliki pesan. Ketika masyarakat melihat tugu ini, kami berharap mereka tidak hanya melihat bentuk Ayam Pelungnya, tetapi juga mengingat bahwa tertib berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

 

Pemilihan bentuk Ayam Pelung juga memiliki makna tersendiri. Ayam Pelung merupakan salah satu identitas budaya yang dikenal luas sebagai bagian dari kekhasan Kabupaten Cianjur.

 

Dengan memadukan knalpot hasil penindakan dan simbol budaya lokal, Polres Cianjur menghadirkan sebuah karya yang sekaligus menjadi pengingat publik mengenai penegakan aturan dan pentingnya menjaga identitas daerah.

 

“Pesan yang ingin kami bangun adalah bahwa penegakan hukum tidak harus selalu disampaikan dengan pendekatan yang keras. Bisa juga melalui kreativitas, edukasi dan kearifan lokal. Kami ingin masyarakat memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk kepentingan dan keselamatan bersama,” tutur AKBP Alexander.

 

Keberadaan Tugu Knalpot Ayam Pelung di lokasi strategis diharapkan dapat menjadi media komunikasi publik bagi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

 

Polres Cianjur pun terus mengajak masyarakat untuk menggunakan kendaraan sesuai standar dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan, serta senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas.

 

Melalui Tugu Knalpot Ayam Pelung, Polres Cianjur menunjukkan bahwa barang hasil penindakan dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai edukasi sekaligus memperkuat identitas lokal.

 

Lebih dari sekadar sebuah tugu, karya tersebut menjadi simbol bahwa ketertiban berlalu lintas, kreativitas dan kearifan lokal dapat berjalan beriringan dalam membangun kesadaran masyarakat di Kabupaten Cianjur. ( Toni )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA