Bencana NTT: Polri Terjunkan Bantuan Logistik dan Tim Medis, Kapolri Tinjau Pengungsian di Manggarai

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Agu 2026 12:10 6 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

NUSA TENGGARA TIMUR — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat langkah pemulihan dan penanganan darurat pascabencana gempa bumi yang menerjang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Selasa (18/8/2026), Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja langsung ke titik penampungan pengungsi di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan tanggap darurat—mulai dari pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR), evakuasi warga, layanan medis, hingga distribusi bahan pokok—berjalan optimal sesuai instruksi Presiden.

“Kehadiran kami di sini adalah bagian dari mandat Bapak Presiden untuk mengawal penuh penanganan bencana. Tim di lapangan fokus pada evakuasi, pelayanan kesehatan dasar, hingga penyaluran logistik agar kebutuhan pokok warga terpenuhi,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo di sela-sela peninjauan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan rasa duka yang mendalam bagi para korban dan keluarga yang terdampak musibah ini. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan dukungan moral dan doa bagi keselamatan warga NTT.

Pemetaan Dampak dan Posko Darurat

Data sementara mencatat dampak gempa bumi ini menyasar setidaknya 1.245 warga. Sebanyak 67 orang dilaporkan meninggal dunia, 509 jiwa mengalami luka berat, dan 669 jiwa menderita luka ringan. Selain itu, sekitar 27.700 penduduk kini mengungsi di 107 lokasi penampungan yang tersebar di tujuh kabupaten.

Untuk mempermudah koordinasi, Polri menyiagakan delapan Posko Tanggap Bencana—terdiri dari satu posko utama di Labuan Bajo serta tujuh posko di tingkat Polres setempat. Sebanyak 236 personel BKO tambahan turut dikerahkan ke Polda NTT, memperkuat unit SAR, tim medis, K9, trauma healing, serta pengamanan jalur logistik.

Secara keseluruhan, jajaran Mabes Polri dan Polda telah mendistribusikan sekitar 247,66 ton bantuan kemanusiaan. Khusus untuk wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, bantuan yang disalurkan mencakup 3.500 paket sembako, perlengkapan anak, tempat tidur, sarana air bersih, serta puluhan boks obat-obatan.

Terobosan Jalur Udara dan Pelayanan Medis

Guna mengatasi keterbatasan akses darat ke beberapa lokasi terisolasi, Polri mengerahkan armada udara yang terdiri dari pesawat tipe Beechjet, CN, Casa, serta helikopter operasional. Di jalur laut, kapal KP Bima 7014 juga disiagakan untuk mendukung pergerakan logistik.

Kapolri memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan, seperti lansia dan ibu hamil yang membutuhkan penanganan medis intensif. Korban luka yang membutuhkan tindakan medis lanjutan akan diprioritaskan untuk dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Meski mengakui adanya hambatan geografis dalam menjangkau seluruh area, pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mengevaluasi jalur distribusi setiap hari demi memastikan seluruh posko pengungsian menerima bantuan secara merata. Sumber berita: (Red Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA