Lima Lembu Milik Warga Aman Sari Mati Bersamaan, Polisi Turun Tangan Selidiki Dugaan Keracunan

waktu baca 2 menit
Minggu, 4 Okt 2026 19:02 64 Admin KPK

KPKTIPIKOR.COM – SIMALUNGUN – Lima ekor lembu milik warga Desa Aman Sari, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, ditemukan mati dalam waktu hampir bersamaan pada Kamis (1/10/2026). Peristiwa tersebut sontak menghebohkan warga dan menyisakan duka bagi pemilik ternak, Basri.

 

Kematian lima lembu sekaligus itu memunculkan dugaan sementara adanya keracunan. Bahkan, di tengah masyarakat berkembang dugaan bahwa racun kemungkinan diberikan secara sengaja. Namun, hingga kini penyebab pasti kematian ternak tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan.

 

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Dolok Batu Nanggar bersama Tim Inafis Polres Simalungun turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

“Kami menurunkan Tim Inafis Polres Simalungun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh guna mengungkap apa yang sebenarnya terjadi,” ujar pihak Polsek Dolok Batu Nanggar, Jumat (2/10/2026).

 

Tidak hanya kepolisian, petugas Dinas Peternakan Kabupaten Simalungun juga melakukan pemeriksaan terhadap lokasi dan ternak yang mati. Sampel terkait kematian lima lembu tersebut turut diperiksa untuk memastikan apakah benar terdapat indikasi keracunan.

 

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat menjawab pertanyaan besar yang kini muncul di tengah warga: apa yang menyebabkan lima ekor lembu tersebut mati secara bersamaan dan apakah terdapat unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

 

Bagi Basri, kematian lima lembu tersebut bukan sekadar kehilangan hewan ternak. Lembu-lembu itu merupakan bagian dari sumber penghidupan keluarganya.

 

Kehilangan lima ekor sekaligus membuat Basri terpukul. Selain kehilangan nilai ekonomi yang cukup besar, ternak tersebut juga menjadi aset yang selama ini dipelihara dan diharapkan dapat membantu menopang kebutuhan keluarganya. “Ini kerugian yang besar bagi kami. Lembu-lembu itu merupakan bagian dari sumber penghidupan keluarga,” ujar Basri.

Ia berharap penyebab kematian ternaknya dapat segera diketahui secara terang sehingga tidak menimbulkan berbagai dugaan di tengah masyarakat.

 

Warga sekitar juga berharap kepolisian dapat segera mengungkap penyebab kematian kelima lembu tersebut. Jika hasil penyelidikan nantinya menemukan adanya unsur pidana atau kesengajaan, warga berharap persoalan tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

 

Saat ini, Polres Simalungun dan instansi terkait masih melakukan pemeriksaan. Masyarakat diminta menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan sampel sebelum menyimpulkan penyebab kematian kelima ternak tersebut.

 

Di tengah keresahan warga, satu hal yang kini dinantikan adalah jawaban yang terang: apa sebenarnya yang terjadi terhadap lima lembu milik Basri hingga ditemukan mati secara bersamaan? ( Mhd Ikhsan )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA