Gema Peringatan Maulid Nabi di Gladag: Dorong Penanaman Keteladanan Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari

waktu baca 2 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 12:40 9 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI — Suasana penuh keberkahan dan kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim dan Sholawat Sabilu Syafa’ah di Lingkungan Karangbendo, Dusun Krajan, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, pada Jumat (11/9/2026).

 

Rangkaian acara yang berlangsung khidmat tersebut menegaskan kembali pentingnya pengamalan sifat-sifat mulia Rasulullah dalam bermasyarakat, melebihi sekadar seremoni tahunan. Inisiatif kegiatan yang digagas oleh Momon dan diketuai oleh Slamet Hadi P. ini berhasil menggalang partisipasi aktif dari warga setempat, Pemerintah Desa Gladag, serta para donatur.

 

Kehadiran masyarakat yang memadati lokasi acara mencerminkan tingginya komitmen warga Karangbendo dalam merawat tradisi keagamaan serta solidaritas sosial.

 

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi yang Beriman, Berakhlak, dan Peduli terhadap Sesama,” panitia menekankan bahwa pembentukan karakter generasi muda memerlukan landasan moral yang kuat.

 

Selain pendidikan formal, pengajaran integritas, rasa hormat, dan kepedulian sosial dinilai menjadi fondasi utama dalam membina moralitas anak bangsa sejak dini. Dalam sesi tausiyah, K.H. Imam Syafi’i mengingatkan para jemaah agar penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada lantunan nada sholawat atau sebatas perayaan.

 

Beliau menegaskan bahwa wujud cinta sejati kepada Rasulullah tercermin dari tindakan nyata, seperti memelihara kejujuran, mempererat tali silaturahmi, saling membantu, dan menjaga ketertiban umum. Nilai-nilai ini dinilai vital sebagai benteng perpecahan di tengah kompleksitas dinamika sosial saat ini.

 

Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi, Slamet Hadi P., menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Ia berharap momentum perayaan Maulid memberikan ikatan emosional dan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga.

 

“Alhamdulillah, berkat gotong royong warga seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Peringatan ini kami harapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi menjadi pengingat bersama untuk terus meneladani tabiat Rasulullah dalam berinteraksi sehari-hari,” ujar Slamet.

 

Slamet menambahkan bahwa ketahanan suatu komunitas tidak hanya ditopang oleh pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga oleh keharmonisan dan kepedulian antarsesama. Kegiatan syiar Islam dan majelis sholawat pun difungsikan sebagai wadah silaturahmi untuk memperkuat persatuan warga.

 

Kehadiran Majelis Ta’lim dan Sholawat Sabilu Syafa’ah turut menyemarakkan suasana sekaligus memperkokoh tradisi keagamaan lokal. Melalui kegiatan ini, peringatan Maulid Nabi di Karangbendo menjadi sarana refleksi diri agar nilai-nilai kasih sayang, kejujuran, dan toleransi yang diajarkan Nabi Muhammad SAW senantiasa terwujud dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA