Aceh Tenggara, Kpktipikor.id – Dayah Perbatasan Darul Amin konsisten menanamkan pendidikan karakter dan kepedulian sosial kepada para santrinya melalui aksi nyata di tengah masyarakat, salah satunya dengan menjadikannya media takziyah dan silaturahmi.
Pimpinan Dayah Perbatasan Darul Amin secara rutin menggelar kegiatan takziyah dan mengunjungi rumah duka setiap kali ada santri, keluarga santri, maupun alumni yang tertimpa musibah kemalangan. Selain takziyah, pihak pesantren juga membuka pintu taklim wa taklum (belajar dan mengajar) bagi warga sekitar untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai pentingnya pendidikan terpadu seperti layaknya pesantren modern.
Tgk. Aramiko, S.BA., S.Pd.I., salah satu penceramah lokal Kabupaten Aceh Tenggara, memberikan apresiasi tinggi saat ditemui oleh awak media di lapangan. Beliau menilai langkah ini sebagai metode pendidikan yang sangat efektif.
“Kegiatan silaturahmi dengan terjun langsung ke masyarakat adalah wujud nyata.
Pendidikan itu tidak hanya sebatas menyebarkan brosur visi-misi, melainkan ada pergerakan langsung ke masyarakat. Selain mengajar, pesantren juga mendidik dengan memberikan contoh konkret,” ujar Tgk. Aramiko.
Melalui gerakan ini, Dayah Perbatasan Darul Amin membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada aktivitas belajar mengajar di dalam ruang kelas, melainkan juga tentang pembentukan karakter dan penguatan ukhuwah (persaudaraan) di tengah masyarakat.
(Reporter/Kabiro Kpktipikor.id: Likapri Selian)
Tidak ada komentar