Sikap Humanis Tenaga Kesehatan: Aksi Bidan Disuntik Lebih Dulu demi Hapus Rasa Takut Siswa SD

waktu baca 2 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 14:58 11 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

Jakarta — Sebuah aksi simpati dan penuh keteladanan ditunjukkan oleh seorang tenaga kesehatan saat pelaksanaan program vaksinasi anak di salah satu Sekolah Dasar (SD) Jakarta Pusat. Demi mengikis rasa takut para siswa terhadap jarum suntik, bidan yang bertugas dalam kegiatan tersebut rela disuntik terlebih dahulu di hadapan para murid.

 

Kegiatan vaksinasi yang semula diwarnai rasa cemas dan ketegangan di antara para siswa perlahan berubah menjadi lebih kondusif. Bidan tersebut sengaja melangkah ke depan dan meminta rekannya sesama tenaga medis untuk menyuntikkan vaksin ke tangannya terlebih dahulu.

 

Dengan pendekatan yang tenang serta senyuman yang hangat, ia memperlihatkan kepada para murid bahwa proses penyuntikan berlangsung cepat dan tidak meyakitkan seperti yang mereka bayangkan.

 

“Langkah ini kami lakukan untuk memberikan contoh langsung kepada anak-anak. Sering kali rasa takut muncul karena ketidakfahaman atau bayangan yang berlebihan. Dengan melihat langsung bahwa prosesnya aman dan tenang, anak-anak jadi lebih berani,” ujar bidan tersebut di lokasi kegiatan sekolah.

 

Metode pendekatan persuasif ini membuahkan hasil positif. Para siswa yang sebelumnya ragu dan cemas perlahan mulai memberanikan diri untuk mengantre saat giliran mereka tiba. Aksi sederhana namun berdampak besar ini mendapat apresiasi dari para guru dan orang tua murid yang hadir mendampingi.

 

Di sisi lain, sejumlah pihak mencatat bahwa tantangan utama dalam vaksinasi anak usia sekolah dasar memang terletak pada pengelolaan kecemasan mental anak. Oleh karena itu, pendekatan humanis dan edukatif dari para tenaga kesehatan di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan program pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

 

Melalui tindakan kecil yang mengedepankan empati ini, proses pelayanan kesehatan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga meninggalkan kesan positif dan rasa aman bagi anak-anak usia dini. Sumber berita: (Red Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA