Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinar Resmi, Bupati Sukabumi: Tradisi Luhur Perkuat Ketahanan Pangan dan Budaya

waktu baca 2 menit
Minggu, 5 Jul 2026 16:54 18 Admin KPK

SUKABUMI — Ribuan masyarakat memadati Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/7/2026), dalam puncak perayaan Seren Taun ke-447.

 

Tradisi adat yang telah diwariskan selama ratusan tahun ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat

 

atas hasil panen sekaligus doa menyambut musim tanam berikutnya.

 

Beragam prosesi adat yang sarat makna ditampilkan, mulai dari tumbuk padi, saresehan bersama baris olot kasepuhan, dongdang, dogdog lojor, debus, rengkong, gondang buhun, tari tani, hingga pameran karya incu putu Kasepuhan.

 

Prosesi paling sakral, Ngampih Pare ka Leuit, dilakukan dengan memasukkan secara simbolis ikatan padi hasil panen ke Leuit Si Jimat oleh Sesepuh Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha. Prosesi berlangsung khidmat dengan iringan kidung Pohaci, alunan suling, dan kecapi.

 

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, Seren Taun bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk pelestarian nilai-nilai luhur masyarakat adat.

 

“Tradisi ini menjadi benteng pertahanan ketahanan pangan sekaligus identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga,” ujarnya.

 

Menurut Bupati, budaya menyimpan padi di leuit mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Nilai gotong royong, kebersamaan, serta penghormatan terhadap alam yang diwariskan masyarakat adat dinilai tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

 

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya, termasuk pengembangan potensi kawasan kasepuhan serta peningkatan infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Ia juga mengajak generasi muda atau incu putu untuk terus menjaga dan melestarikan warisan leluhur agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

 

Sementara itu, Sesepuh Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha, menegaskan Seren Taun merupakan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan rezeki sekaligus doa agar kehidupan masyarakat senantiasa diberkahi.

 

“Tradisi ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga pegangan hidup yang mengajarkan keselarasan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual. Karena itu, harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya.

( Smail S )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA