SEJARAH PULAU OBI DALAM CATATAN PENJELAJAH EROPA
Berita – Kpktipikor.id.
Pulau Obi telah dikenal sejak masa perdagangan rempah-rempah di Maluku pada abad ke-16 hingga ke-17. Dalam berbagai catatan Portugis dan Belanda, Obi disebut sebagai bagian penting jalur pelayaran yang menghubungkan Halmahera, Bacan, dan Seram.
Dalam arsip kolonial Eropa, nama Obi ditulis dalam beberapa variasi seperti Obi, Ombi, dan Ombirah. Wilayah ini dikenal karena memiliki hubungan erat dengan Kesultanan Bacan dan Ternate.
Catatan VOC Belanda menyebutkan bahwa sebagian masyarakat Obi berasal dari Tobelo dan Galela di Halmahera yang bermigrasi ke wilayah Obi. Selain itu, masyarakat keturunan Buton dari Sulawesi juga menetap di sejumlah kampung pesisir Pulau Obi.
Dokumen Belanda abad ke-17 mencatat beberapa hal penting, antara lain: • Obi pernah menjadi kerajaan kecil yang memiliki hubungan politik dengan Ternate dan Bacan. •
Sebagian wilayah Obi sempat kosong akibat perpindahan penduduk ke Bacan. • Setelah VOC masuk ke Maluku, sejumlah kepala suku Tobelo ditempatkan atau bermigrasi ke Pulau Obi.
Pada tahun 1682, Sultan Bacan tercatat menjual beberapa pulau di Kepulauan Obi kepada VOC Belanda sebagai bagian dari penguasaan perdagangan rempah-rempah di Maluku.
Selain itu, penjelajah dan kartografer Eropa juga mulai menggambarkan Pulau Obi dalam peta-peta era VOC. Dalam peta lama tersebut, Obi digambarkan sebagai pulau pegunungan dengan kampung-kampung kecil di sepanjang pesisir.
Pewarta ( Arnol)
Tidak ada komentar