Rakyat Bergerak! KKRB Minta Kejari Bulukumba Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Bulolohe
BULUKUMBA – Puluhan massa dari Komite Kritis Rakyat Bulukumba KKRB menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri Kejari Bulukumba,Selasa 23 Juni 2026. Mereka menuntut dugaan korupsi Dana Desa Bulolohe Kecamatan Rilau Ale diusut tuntas.
Aksi unjuk rasa digelar di depan pagar Kejari Bulukumba mulai pukul 10.00 WITA. Massa KKRB membawa spanduk bertuliskan “Usut Tuntas Korupsi Dana Desa Bulolohe” dan berorasi bergantian.
Koordinator aksi KKRB menuding ada kejanggalan penggunaan Dana Desa Bulolohe tahun anggaran 2024-2025. “Kami curiga ada proyek fiktif dan markup anggaran. Rakyat Bulolohe berhak tahu kemana uang desa mengalir,” teriak korlap.
Massa KKRB mendesak Kajari Bulukumba segera membentuk tim khusus untuk menyelidiki laporan masyarakat. Mereka khawatir kasus ini mandek seperti dugaan korupsi desa lain yang hilang ditelan waktu.
Petugas Kejari Bulukumba menemui massa di halaman kantor. Perwakilan KKRB diterima dan menyerahkan berkas tuntutan berisi data awal dugaan penyelewengan dana desa.
Kajari Bulukumba melalui Kasi Intel menyatakan menerima aspirasi KKRB. “Laporan akan kami telaah. Jika ada indikasi pidana, pasti kami tindak lanjuti sesuai SOP,” ujar Kasi Intel mewakili pimpinan.
Massa KKRB membubarkan diri dengan tertib pukul 12.30 WITA setelah tuntutan diterima petugas. Mereka mengancam akan kembali dengan massa lebih besar jika Kejari Bulukumba tak kunjung memanggil pihak terkait.
Warga Desa Bulolohe berharap kasus ini terang benderang. Transparansi Dana Desa jadi kunci agar pembangunan di Bulolohe benar-benar dirasakan warga, bukan dinikmati segelintir oknum.
KKRB tegaskan akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Mereka meminta Kejari Bulukumba terbuka soal perkembangan penyelidikan. “Jangan sampai Dana Desa Bulolohe jadi bancakan. Kami siap turun lagi dengan data baru,” tegas KKRB editor sudirman sanjaya
Tidak ada komentar