POPDA XII BANTEN 2026 DI CILEGON PERLU DIEVALUASI, ANGGARAN RP5 MILIAR BELUM BERBANDING LURUS DENGAN GAUNG DAN MANFAAT PUBLIK
KPKTIPIKOR. ID
Cilegon — 9 Juni 2026 – Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten Tahun 2026 di Kota Cilegon menjadi sorotan publik. Meski Pemerintah Kota Cilegon mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar dari APBD untuk penyelenggaraan ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Banten tersebut, gaung kegiatan dinilai masih minim dan belum mampu menarik perhatian luas masyarakat.
Sebagai tuan rumah, Kota Cilegon menyelenggarakan POPDA XII Banten pada 8–17 Juni 2026 dengan mempertandingkan 26 cabang olahraga dan ratusan nomor pertandingan yang melibatkan atlet pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Namun besarnya anggaran yang digelontorkan perlu diimbangi dengan publikasi yang masif, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta dampak nyata terhadap pembinaan olahraga pelajar. Hingga pelaksanaan berlangsung, banyak masyarakat yang mengaku tidak mengetahui jadwal pertandingan maupun lokasi penyelenggaraan sejumlah cabang olahraga.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran dan strategi promosi yang dilakukan panitia penyelenggara. Terlebih, Kota Cilegon saat ini juga menghadapi keterbatasan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat dan menyusutnya ruang anggaran untuk berbagai program pembangunan lainnya.
Kami memandang bahwa POPDA seharusnya tidak hanya diukur dari terselenggaranya pertandingan, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu membangun antusiasme masyarakat, meningkatkan pembinaan atlet usia pelajar, menggerakkan perekonomian lokal, serta memperkuat citra daerah sebagai kota yang peduli terhadap pengembangan olahraga.
Oleh karena itu, kami mendorong Pemerintah Kota Cilegon dan seluruh panitia penyelenggara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan POPDA XII Banten 2026, khususnya terkait efektivitas anggaran, strategi komunikasi publik, serta capaian manfaat yang dirasakan masyarakat.
Transparansi penggunaan anggaran dan keterbukaan informasi kepada publik menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kegiatan yang dibiayai APBD memberikan manfaat optimal bagi warga.
“Besarnya anggaran yang digunakan harus sejalan dengan besarnya dampak yang dirasakan masyarakat. POPDA bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga soal akuntabilitas dan manfaat publik.” ( Toni )
Tidak ada komentar