Lestarikan Adat Lokal, Pawai Budaya Karnaval Desa Tegalharjo Panen Apresiasi dari IWB dan Balawangi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 20:57 10 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

Tegalharjo – Pemerintah Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, sukses menggelar pawai adat dan budaya dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Perhelatan yang berlangsung meriah ini mendapat pujian hangat dari berbagai elemen masyarakat.

 

Dukungan dan rasa bangga salah satunya datang dari Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain. Ia menilai pertunjukan seni dan adat daerah yang ditampilkan dalam ajang tersebut menjadi langkah nyata dalam memeriahkan hari kemerdekaan sekaligus merawat warisan leluhur.

 

“Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas terselenggaranya pawai budaya di Desa Tegalharjo ini. Acara ini menyuguhkan beragam ragam atraksi seni yang menonjolkan kekayaan budaya Banyuwangi,” tutur Abi Arbain.

 

Lebih lanjut, Abi menggarisbawahi bahwa perayaan HUT RI tidak mesti diisi dengan kegiatan yang memicu kebisingan di tengah warga. Menurutnya, mengedepankan seni dan budaya justru memberikan nilai edukasi yang jauh lebih mendalam, terutama bagi generasi muda.

 

“Kegiatan yang konsisten menjunjung nilai-nilai tradisi seperti ini sangat positif. Kami berharap langkah Desa Tegalharjo dapat dicontoh oleh desa-desa lain di seluruh Kabupaten Banyuwangi,” tambahnya.

 

Senada dengan IWB, Ketua Ormas Balawangi, M. Rizal Azizi, juga menyambut positif inisiatif Pemdes Tegalharjo dan warga setempat. Bagi Rizal, agenda semacam ini berperan ganda: menyemarakkan momentum kemerdekaan sekaligus memelihara identitas budaya daerah.

 

“Kami tentu mendukung penuh kegiatan yang membawa dampak positif ini. Selain memeriahkan hari kemerdekaan, pawai ini menjadi sarana menjaga keberlanjutan tradisi Banyuwangi,” ungkap M. Rizal Azizi.

 

Ketua Umum Balawangi M. Rizal Azizi menambahkan, beraneka atraksi dalam pawai tersebut mencerminkan betapa kaya tradisi yang dimiliki Banyuwangi. Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah desa, warga, komunitas adat, hingga kaum muda agar warisan sejarah ini tidak tergerus oleh arus modernisasi.

 

“Menjaga budaya Banyuwangi adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai kekayaan tradisi yang diturunkan oleh nenek moyang kita perlahan pudar terkikis zaman,” tegasnya.

 

Pawai adat Desa Tegalharjo pun ditutup dengan antusiasme tinggi dari warga setempat. Tokoh masyarakat berharap ajang serupa dapat terus dipertahankan serta menjadi pemantik bagi wilayah lain di Banyuwangi untuk merayakan kemerdekaan berbasis seni, adat, dan kearifan lokal. Sumber berita: (Red Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA