Makassar KPK TIPIKOR. ID *Sungguminasa* – Tokoh adat dan kerajaan se-Sulawesi Selatan berkumpul dalam acara A’Tammutaung Sultan Mudaffar Raja Tallo ke-8 di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Rabu 15/4/2026. Kegiatan berlangsung pukul 12.00 hingga 17.00 WITA dan berjalan aman, damai, serta khidmat.
Acara tersebut dihadiri Putra Mahkota Raja Gowa Andi Muhammad Imam, S.H., M.H. dan Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendi, S.I.K. Keduanya duduk satu panggung sebagai bentuk sinergi antara pemangku adat dan aparat penegak hukum dalam menjaga marwah budaya Sulsel.
Dalam sambutannya, Andi Muhammad Imam dan Kombes Pol Zulham Effendi sama-sama menekankan pentingnya merawat persatuan di tengah keberagaman. “Indahnya perbedaan tanpa ada perpecahan. Kita harus selalu kompak dan kerja sama dalam melestarikan adat budaya leluhur di Sulawesi Selatan, khususnya di Gowa,” tegas Andi Muhammad Imam yang diamini Kombes Zulham.
Sudirman DG. Haruna alias Diman yang hadir mewakili Lembaga Adat Passereanta Tau Japing-Japing Pangkep menyebut A’Tammutaung menjadi ruang silaturahmi raja-raja se-Sulsel. “Ini bukti bahwa adat masih hidup, dijaga, dan dihormati. Pesan persatuan dari Putra Mahkota dan Polda sangat kuat terasa,” ujarnya.

Tercatat 9 lembaga adat dan kerajaan hadir dalam acara tersebut, di antaranya Lembaga Muntta’ Bassi Celebes Kab. Gowa, Kiwal Garuda Hitam, Passereanta Tau Japing-Japing Pangkep, Kerajaan Laikang, Lembaga Adat Kerajaan La’Bakkang Pangkep, Lembaga Adat Kajang Bulukumba, Kerajaan Tallo, dan Lembaga Adat Turikale Marusu. Kehadiran lintas daerah ini menunjukkan kuatnya ikatan kekerabatan budaya di Sulsel.
A’Tammutaung merupakan tradisi tahunan untuk mengenang jasa Sultan Mudaffar, Raja Tallo yang memiliki peran penting dalam sejarah Kerajaan Gowa-Tallo. Selain zikir dan doa bersama untuk leluhur, acara juga diisi dialog pelestarian budaya dan penguatan peran lembaga adat menghadapi tantangan zaman.
Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendi menambahkan, kepolisian siap mengawal setiap kegiatan adat yang positif. “Adat adalah benteng. Kalau adatnya kuat, masyarakatnya juga damai. Kami dari Polda Sulsel mendukung penuh pelestarian budaya,” katanya. Seluruh rangkaian acara berakhir pukul 17.00 WITA tanpa gangguan kamtibmas.
Pewarta D I A N. R
Tidak ada komentar