Pensiun dari Guru SMP, H. Armas, S.Pd.,M.Pd. Pilih Mengabdi Lewat Kebun dan Memakmurkan Masjid*

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Apr 2026 10:09 6 Admin KPK

_Bulukumba_KPK Tipikor .id — Setelah mengabdi puluhan tahun mencerdaskan anak bangsa, H. Armas, S.Pd., M.Pd. resmi purna tugas dari jabatannya sebagai guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bulukumba. Masa pensiun tak membuatnya berhenti berbuat. Ia kini mendedikasikan waktu untuk mengolah kebun dan memakmurkan masjid di kampung halamannya.

Semasa aktif mengajar, sosok H. Armas dikenal sebagai pendidik yang disiplin, religius, dan dekat dengan murid serta wali murid. Ilmu yang diajarkan tidak hanya sebatas buku pelajaran, tetapi juga keteladanan akhlak dan tanggung jawab sosial. “Guru itu digugu dan ditiru. Setelah pensiun, kewajiban memberi contoh baik tidak ikut pensiun,” ucap H. Armas saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Ballasaraja Kecamatan Bulukumpa .Kabupaten Bulukumba 18 Apri 2026

Rutinitas H. Armas kini dimulai sejak subuh. Selepas shalat berjamaah di masjid, ia langsung menuju kebun miliknya. Di sana ia menanam jagung, sayur-mayur, dan merawat ternak kecil untuk kebutuhan keluarga sekaligus berbagi dengan tetangga. Baginya, berkebun adalah bentuk syukur dan ikhtiar menjaga kemandirian pangan. “Tanah tidak boleh dibiarkan tidur. Selagi badan sehat, harus produktif,” katanya.

 

Menjelang dzuhur hingga malam, waktunya tercurah untuk masjid. H. Armas aktif sebagai jamaah tetap, pengurus, sekaligus Panitia Pembangunan kadang sebagai pemimpin Shalat (Iman) Masjid Nurul Amin Balleangin Kelurahan Ballasaraja Kecamatan Bulukumpa. Ia juga sering diminta menjadi penasihat dalam rembuk warga karena dianggap bijak dan berpengalaman. Warga menyebut kehadirannya membuat suasana masjid lebih hidup.

Kepala Lingkungan setempat membenarkan peran penting H. Armas di tengah masyarakat. “Sejak pensiun beliau tambah aktif di masjid. Nurul. Amin Balleangin sebagai Panitia Pembangunan di mesjid itu kadang juga sebagai iman di waktu shalat karena caranya sabar. Kalau ada warga butuh saran, larinya ke Pak Haji. Beliau panutan,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.

Meski tidak lagi di sekolah, jiwa pendidik H. Armas tetap menyala. Bedanya, kini ‘kelasnya’ ada di kebun dan di masjid. Ia percaya bahwa mengabdi tidak harus dengan jabatan. Menanam pohon, mengajar mengaji, dan menjaga silaturahmi adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Prinsipnya sederhana: hidup harus bermanfaat untuk orang banyak.

Di usianya yang matang, H. Armas,S.Pd., M.Pd. membuktikan bahwa pensiun bukan akhir pengabdian, melainkan babak baru untuk lebih dekat dengan alam, ibadah, dan masyarakat. Dengan sarung lipa’ sabbe dan songkok recca yang selalu melekat, ia menjadi teladan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

Pewarta: Andi Mustafa

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA