Selaru Diproyeksikan Jadi Shorebase Blok Masela, Jarak Dekat Dinilai Pangkas Biaya Operasi

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Jun 2026 17:50 4 Admin Maluku

Saumlaki,kpktipikor.id -Pulau Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mulai diproyeksikan menjadi shorebase strategis untuk mendukung operasional Proyek Blok Abadi Masela di Laut Arafura. Posisinya yang lebih dekat ke wilayah operasi offshore dinilai dapat meningkatkan efisiensi logistik, mobilisasi pekerja, hingga sistem tanggap darurat migas.Senin (16/2026)

Data yang dihimpun menunjukkan jarak Selaru menuju kawasan operasi rig offshore dan fasilitas produksi hanya sekitar 90 kilometer. Sebagai perbandingan, jarak dari Kota Saumlaki ke titik yang sama mencapai sekitar 153 kilometer.

“Selisih jarak ini menjadi faktor penting dalam industri migas modern karena berkaitan langsung dengan biaya logistik, kecepatan distribusi, dan respons operasional di lapangan,” ungkap sumber yang memahami pengembangan kawasan tersebut.

Kedekatan geografis itu membuat Selaru dinilai memiliki nilai strategis tinggi sebagai pusat logistik darat atau shorebase. Fasilitas ini nantinya berfungsi sebagai pusat penyimpanan material, pelabuhan kapal pendukung, distribusi logistik, pengisian bahan bakar, hingga koordinasi tenaga kerja offshore.

Selain itu, shorebase juga menjadi lokasi perawatan peralatan migas, penyimpanan suku cadang, bahan kimia industri, serta fasilitas pendukung keselamatan kerja.

Tak hanya sektor pelabuhan, Selaru juga dipandang berpotensi menjadi lokasi pengembangan bandara homebase. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk mempercepat mobilisasi personel dan distribusi logistik menuju kawasan operasi di Laut Arafura.

Keberadaan bandara juga memiliki fungsi vital dalam sistem evakuasi darurat. Dalam industri migas lepas pantai yang berisiko tinggi, kecepatan penanganan keadaan darurat menjadi salah satu faktor utama keselamatan pekerja.

“Rescue point yang dekat dengan lokasi operasi dapat mempercepat evakuasi korban kecelakaan kerja maupun penanganan kondisi medis darurat,” kata sumber tersebut.

Dari sisi ekonomi, pengembangan shorebase dan bandara diperkirakan membuka peluang investasi baru di Kepulauan Tanimbar. Sektor jasa, transportasi, pelabuhan, logistik, hingga industri pendukung migas berpotensi tumbuh seiring peningkatan aktivitas proyek strategis nasional tersebut.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai perencanaan pengembangan kawasan harus dibarengi keterlibatan masyarakat lokal, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta transparansi manfaat ekonomi agar dampak proyek dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Tanimbar.

Dengan posisi yang strategis di jalur operasi Blok Masela, Selaru kini mulai dipandang bukan sekadar pulau terluar, melainkan calon simpul logistik energi nasional yang dapat menentukan efektivitas operasional salah satu proyek migas terbesar di Indonesia.

(DJR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA