Identitas Satu Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Di ketahui,Polda Sulsel:Proses Di lakukan Secara saintifik

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Jan 2026 20:02 127 Wartawan Makasar

Makassar ,KPK Tipikor id, (21/1/26), Polda Sulawesi Selatan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) mengumumkan perkembangan terkait identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dalam konferensi pers yang digelar di gedung Biddokkes Polda Sulsel hari ini. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi dari Polri, Basarnas, dan TNI.

Acara dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., bersama sejumlah pejabat utama yaitu Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. dr. A. Nyoman Eddy Purnama Wirawan, DFM., Sp.F; Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, N.S., M.TR., Opsla; Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum.; serta Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA.

Kapolda Sulsel menyatakan bahwa Polri memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan operasi pencarian dan evakuasi yang dipimpin Basarnas. “Kerjasama tim gabungan Basarnas, TNI, dan Polri telah menghasilkan evakuasi dua korban. Salah satu di antaranya telah berhasil diidentifikasi melalui proses ilmiah yang dilakukan oleh Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI),” ungkapnya.

Kabiddokkes Polda Sulsel menjelaskan bahwa Tim DVI gabungan – yang merupakan kolaborasi antara Biddokkes Polda Sulsel, Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Inafis Polda Sulsel, Pusident Polri, dan Departemen Forensik serta Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin – telah menyelesaikan pemeriksaan pada satu kantong jenazah.

“Jenazah dengan nomor PM 62 B.01 telah cocok dengan data antemortem nomor AM 004, sehingga dapat dipastikan identitas korban adalah Florensia Lolita Wibisono (33 tahun),” jelas Kombes Pol. dr. Muhammad Haris.

Sementara itu, satu korban lainnya masih dalam tahap proses identifikasi. Tim DVI terus melakukan pengumpulan dan pencocokan data untuk memastikan hasil yang akurat. “Identifikasi yang dilakukan secara saintifik bertujuan untuk memastikan keakuratan identitas korban serta menjadi landasan dalam memenuhi hak-hak korban dan keluarga mereka,” pungkas Kapolda Sulsel.

Editor:Rusdi RM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA