Dari Ibu Kota hingga Makassar: Ratusan Orang Terjaring Operasi Terpadu Pemberantasan Narkoba

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Okt 2026 17:48 10 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

JAKARTA — Operasi terpadu pemberantasan narkoba yang diinstruksikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mulai menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang bulan Oktober 2026, serangkaian penggerebekan yang melibatkan personel gabungan dari Polri, BNN, dan TNI telah menjaring ratusan tersangka dari berbagai daerah di Indonesia.

Di wilayah Jakarta Barat, petugas gabungan menyasar dua lokasi yang kerap menjadi zona merah peredaran narkoba, yakni Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah, pada Jumat (9/10/2026). Dari penyisiran tersebut, aparat mengamankan 24 orang beserta barang bukti narkotika dan sejumlah peralatan hisap sabu.

Penindakan serupa meluas hingga ke Pulau Sumatera. Di Sumatera Utara, operasi kepolisian memetakan dan menggerebek sembilan titik rawan. Hasilnya, 36 orang diamankan dengan barang bukti berupa 102 gram sabu-sabu. Sementara itu, jajaran kepolisian di Riau melakukan inspeksi mendadak di sebuah tempat hiburan malam yang berujung pada pengamanan 68 orang pengunjung. Berdasarkan hasil tes urine di lokasi, 63 orang di antaranya terbukti positif mengonsumsi zat narkotika.

Penetrasi operasi ini juga menjangkau wilayah timur Indonesia. Di kawasan Borta, Kecamatan Tallo, Makassar, aparat kepolisian melakukan penangkapan skala besar yang menjaring 104 orang. Dari ratusan orang yang diamankan di Makassar tersebut, tiga di antaranya diduga kuat berperan sebagai bandar pengedar narkoba tingkat lokal. Selain Makassar, penindakan serentak juga tercatat berlangsung di Palu, Palembang, dan Palangka Raya.

Rangkaian pengungkapan ini merupakan wujud nyata kepolisian dalam menindak para pelaku tindak pidana narkotika di lapangan. Melalui pemetaan kawasan rawan secara presisi, Polri menargetkan pembongkaran jaringan pengedar dari tingkat hilir hingga ke hulu agar suplai narkoba ke masyarakat dapat dihentikan secara total. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA