Sumedang, kpktipikor.id.Bencana alam longsor yang menimpa saluran irigasi Sangiang Sri dari tebing kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) di Dusun Nangorak Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, diperlukan penanganan yang serius serta memerlukan bantuan dari berbagai pihak . Dikarenakan kondisi longsor tersebut dengan ketinggian tebing dikisaran 300 Meter menutup saluran irigasi sepanjang 220 Meter, hingga saat ini berbagai upaya dari warga masyarakat dengan gotong royong kerja bakti belum menghasilkan yang maksimal, maka air belum bisa mengalir seperti biasanya.
Pemerintahan Desa Margamekar, sudah datang ke lokasi bencana alam longsor yaitu Kepala Desa Margamekar ( Elin Herlina, A.Md. ) , Kepala Dusun 2 , Kepala Dusun 3 , para Ketua RW , para Ketua RT , Petugas P3A, Tokoh Masyarakat , dan warga masyarakat mengadakan peninjauan langsung sambil melihat warga masyarakat yang sedang melaksanakan kegiatan Kerja Bakti Atau Gotong Royong melemparkan gundukan tanah longsor. Dipimpin langsung oleh para Ketua RW masing – masing dusunnya.
Berbagai tanggapan serta saran dari berbagai kalangan, seperti :
Ketua RT 03 Dusun Cipicung, menyampaikan saran pandangannya diperlukan Tenaga mesin diesel atau Geanseit untuk menyedot air dan selanjutnya diperuntukan mengguyur longsoran tanah , sehingga akan mempermudah membangun saluran irigasi lagi.
Tanggapan dan saran hasil Rapat Kordinasi yang dipimpin oleh Kepala Desa Margamekar di Gedung Sebaguna sudah disepakati akan menggunakan pipa paralon guna mengalirkan air irigasi. Setelah dilakukan pengukuran ke lokasi, ternyata dari perkiraan 50 meter panjangnya menjadi 220 meter. Maka akan memerlukan 60 buah pipa paralon , inilah yang menjadi bahan pemikiran selanjutnya untuk mengadakan bahan – bahannya atau memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Selanjutnya tanggapan saran dan pandangan dari Anggota BPD Desa Margamekar, perwakilan dari Dusun Cipicung ( Andi ) yang kebetulan juga sebagai karyawan di Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang, menyampaikan untuk kebutuhan pipa paralon silahkan mengajukan ke Kantor Pertanian dengan sistem peminjaman, jadi nanti pipa tersebut harus diganti lagi sesuai jumlah yang dipakai.
Pandangan dari seorang Karyawan PDAM asal warga RT 03 Dusun Cipicung, menyampaikan mengenai cara pemasangan pipa paralon untuk mengalirkan sementara air irigasi. yang penting sekarang ini gerakan warga masyarakat untuk membuka jalan yang akan di lalui pipa paralon tersebut. Meskipun medannya ada yang bengkok tidak jadi masalah, dikarenakan banyak pipa sambungan paralon sesuai dengan kondisi yang ada. Kalau membeli paralon sesuai dengan type yang digunakan oleh PDAM dalam sambungannya menggunakan karet geulang bukan oleh lem perekat. Itu akan mempermudah serta menghindari patah paralonnya , dan untuk pemasangan paralon tersebut juga menyanggupinya untuk ikut memasangkan. Bahkan lebih lanjut mengatakan, kalau memerlukan paralon bisa mengajukan ke pihak PDAM dengan cara pinjam pakai, dan harus nantinya di ganti kembali.
Yang jadi bahan pemikiran serius oleh kita semua adalah permasalahan Dana atau Biaya guna pembelian bahan yang diperlukan. Sedangkan ada saran serta pandangan dari seorang warga pemerhati Pemerintahan Desa Margamekar dan lingkunganya, menyampaikan : Bahwa untuk kebutuhan biaya pembelian bahan – bahan serta kebutuhan yang lainnya, bisa menggunakan Dana Desa dari Pos Belanja Penanggulangan Bencana Alam, atau bisa juga mengalihkan dana anggaran untuk pos lain dilimpahkan untuk membiayai bencana alam. Asalkan harus dilakukan pembuatan berita acara pengalihan dana, dan sifatnya Urgent serta skala prioritas.
Selanjutnya juga menyarankan agar dibentuk Panitia Penanggulangan Bencana Alam, untuk terus bergerak mencari bantuan bantuan ke semua pihak, baik ke DPRD Kabupaten Sumedang, Anggota Dewan terpilih dari dapil sumedang selatan, atau ke DPRD Provinsi Jawa Barat, serta langsung kepada Gubernur Jawa Barat KDM. ( Asher).
Tidak ada komentar