Cetak SDM Unggul, Kades Junali Siapkan Program Pelatihan Bahasa Asing dan Komputer di Desa Jeranglah Rendah

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Nov 2026 12:44 38 Korwil Bengkulu

MANNA – Pemerintah Desa Jeranglah Rendah, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, terus berbenah mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. Tahun 2027 mendatang, desa ini akan menggulirkan sejumlah program pelatihan prioritas, yang di antaranya pelatihan bahasa asing dan pelatihan komputer. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari status Desa Jeranglah Rendah sebagai salah satu Desa Migran Emas di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kepala Desa Jeranglah Rendah, Junali, menjelaskan bahwa program pelatihan ini disusun berdasarkan kebutuhan nyata warga. Selama ini, banyak warga desa yang bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri, namun terkendala kemampuan berbahasa asing dan literasi digital. Akibatnya, banyak pekerja migran kesulitan beradaptasi, rentan terhadap masalah komunikasi, dan kurang dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung pekerjaannya.

“Program ini akan kami laksanakan di tahun 2027. Terkait anggarannya, kami akan memprioritaskan dari Dana Desa,” ujar Junali saat dikonfirmasi, Selasa (4/11/2026).

Lebih lanjut, Junali menuturkan bahwa pelatihan bahasa asing menjadi prioritas utama mengingat banyak warganya yang bekerja di luar negeri. Dengan bekal bahasa yang memadai, pekerja migran diharapkan dapat lebih mandiri, memahami hak dan kewajibannya, serta terhindar dari berbagai masalah yang sering menimpa pekerja migran karena kendala komunikasi. Selain itu, kemampuan bahasa asing juga menjadi nilai tambah yang meningkatkan daya tawar warga di pasar kerja internasional.

“Kami ingin warga yang bekerja di luar negeri tidak hanya sekadar bisa bekerja, tetapi juga bisa berkomunikasi dengan baik, sehingga mereka terlindungi dan mendapatkan perlakuan yang layak,” tambahnya.

Selain pelatihan bahasa asing, pemerintah desa bersama tim juga menyiapkan pelatihan komputer. Pelatihan ini ditujukan agar warga melek teknologi dan mampu memanfaatkan perkembangan digital untuk berbagai keperluan, mulai dari administrasi kependudukan, akses layanan publik, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemasaran daring. Di era digital saat ini, keterampilan komputer dianggap sebagai kebutuhan dasar yang harus dimiliki setiap lapisan masyarakat, tidak terkecuali warga pedesaan.

Junali menegaskan bahwa kedua program pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk mencetak SDM yang unggul, mandiri, dan siap bersaing. Pihaknya tidak ingin warga Desa Jeranglah Rendah tertinggal dari kemajuan zaman, terutama dalam hal penguasaan bahasa asing dan teknologi informasi.

“Kami ingin SDM di Desa Jeranglah Rendah benar-benar unggul dan siap bersaing. Pelatihan bahasa asing dan komputer ini adalah langkah awal kami mewujudkannya,” tegasnya.

Saat ini, pemerintah desa bersama tim sedang mematangkan persiapan teknis pelaksanaan program. Sejumlah hal sedang disusun, antara lain penyusunan modul dan kurikulum pelatihan, penentuan sasaran peserta, pemilihan instruktur atau tenaga pengajar yang kompeten, serta penjadwalan kegiatan agar tidak bentrok dengan aktivitas warga sehari-hari. Rencananya, sosialisasi program akan dilakukan lebih awal kepada masyarakat, sehingga warga yang berminat dapat mempersiapkan diri sejak dini.

Untuk peserta pelatihan, pemerintah desa memprioritaskan generasi muda dan calon pekerja migran, namun tidak menutup kemungkinan bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin mengikuti. Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta dinas pendidikan, agar pelatihan yang diberikan sesuai dengan standar kebutuhan pasar kerja dan dapat berjalan lebih optimal.

Rencana program ini mendapat sambutan positif dari sejumlah warga. Salah seorang warga, misalnya, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut, terutama bagi anak-anaknya yang berencana bekerja di luar negeri. Menurutnya, bekal bahasa asing dan komputer akan sangat berguna untuk masa depan generasi muda desa.

“Kami sangat mendukung program ini. Semoga benar-benar terlaksana dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar salah seorang warga.

Ke depan, pemerintah desa berharap program pelatihan ini tidak hanya berhenti sebatas kegiatan rutin, tetapi dapat melahirkan SDM-SDM berkualitas yang mampu mengangkat nama Desa Jeranglah Rendah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan program-program pemberdayaan lainnya guna meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Reporter : Yoni

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA