Pekanbaru, KPKtipikor.id – Rutan Kelas I Pekanbaru terus mendukung penguatan program pembinaan bagi warga binaan melalui pelaksanaan asesmen rehabilitasi dan re-edukasi. Kamis (08/10/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang lebih terarah, objektif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga binaan.
Program rehabilitasi dan re-edukasi tersebut memiliki dua sasaran utama, Rehabilitasi diperuntukkan bagi narapidana pengguna narkotika, sedangkan re-edukasi ditujukan bagi warga binaan non-narkotika sebagai bagian dari proses pembinaan dan persiapan kembali ke tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program dilakukan melalui sejumlah tahapan yang terukur, mulai dari pemetaan data, asesmen, pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) tingkat UPT dan Kantor Wilayah, penetapan peserta, skrining kesehatan, hingga mobilisasi dan penempatan peserta ke pusat rehabilitasi maupun re-edukasi.
Melalui tahapan tersebut, setiap calon peserta akan melalui proses penilaian secara komprehensif untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria program.
Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan program pembinaan diberikan kepada warga binaan yang tepat serta sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Namun demikian, terdapat sejumlah kategori yang dikecualikan dari program, antara lain bandar dan pengedar narkotika, narapidana dengan pidana mati atau seumur hidup, narapidana kasus korupsi, napiter kategori merah, napiter kategori hijau berdasarkan rekomendasi BNPT, serta Anak Binaan.
Selain asesmen substantif, aspek kesehatan juga menjadi perhatian penting dalam proses penetapan peserta.
Calon peserta harus melalui skrining kesehatan dan tidak memiliki riwayat penyakit bawaan atau kondisi akut tertentu yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan program, seperti Tuberkulosis (TB), HIV, Hepatitis, Stroke, dan penyakit lainnya sesuai hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.
Melalui penguatan asesmen rehabilitasi dan re-edukasi ini, Rutan Kelas I Pekanbaru berkomitmen mendukung pelaksanaan pembinaan yang tepat sasaran, terukur, humanis, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang memiliki perubahan positif serta siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
Tidak ada komentar