Ambon,kpktipikor.id -Longsor menerjang kawasan Batumerah Atas, tepatnya di depan Masjid Muhajirin RT 02 RW 04, Selasa (28/4/2026). Talud penahan tanah di area pemakaman ambruk, memicu kerusakan serius pada puluhan makam.
Sekitar 20 makam dilaporkan rusak dan terseret material longsoran hingga ke halaman masjid. Warga menyebut tanah menjadi labil setelah diguyur hujan, sehingga tidak lagi mampu menahan beban di area lereng.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kerusakan dinilai memprihatinkan dan menyentuh aspek sosial serta keagamaan masyarakat setempat. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi longsor susulan.
Merespons cepat, Pemerintah Kota Ambon melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung turun ke lokasi. Petugas bersama warga bergotong royong membersihkan material longsor dan menata ulang area terdampak.
Namun demikian, penanganan darurat dinilai belum cukup. Warga mendesak langkah lanjutan berupa pembangunan talud permanen guna mencegah pergerakan tanah yang masih berpotensi terjadi.
Imam kampung, La Nane, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah di tengah situasi krisis. Ia menilai respons cepat Satpol PP memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Satpol PP Kota Ambon, yang telah membantu kami di sini. Kehadiran mereka sangat berarti bagi warga,” ujarnya di lokasi, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga menyoroti peran penghubung di tingkat lokal yang dinilai mempercepat respons pemerintah. Menurutnya, komunikasi efektif menjadi kunci percepatan penanganan.
“Kami bersyukur ada saudara La Asamana, Ketua Masjid sekaligus anggota Satpol PP, sehingga perhatian pemerintah bisa tersampaikan dengan cepat,” tambahnya.
Senada, Ketua RT 02 RW 04 Batumerah Atas, Eriyanto Rahaleb, menilai intervensi pemerintah sangat membantu pemulihan kondisi lingkungan. Ia menyebut kehadiran Satpol PP memberi rasa aman bagi warga.
“Perhatian pemerintah melalui Satpol PP sangat bermanfaat. Kami mengapresiasi langkah cepat yang diambil untuk membantu masyarakat,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya solusi jangka panjang. Pembangunan talud yang lebih kuat dinilai mendesak untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami berharap dibangun talud baru yang kokoh agar area makam aman dan longsor tidak terulang,” tegasnya.
Pewarta (Erol Ox)
Tidak ada komentar