Lima Personel Polda Jatim Siap Jalankan Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah

waktu baca 3 menit
Sabtu, 3 Okt 2026 08:34 6 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

SURABAYA – Lima personel terbaik Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) secara resmi terpilih untuk bergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA. Kelima anggota kepolisian ini bersiap mengemban tugas internasional dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan ditempatkan di Republik Afrika Tengah (Central African Republic/CAR).

Kelima personel yang mewakili Polda Jatim tersebut terdiri dari Ipda Dwi Adianto, S.H., Brigpol Herlambang Priyo Trapsilo, S.H., M.H., Brigpol Bagus Firmansyah Aditya, S.Kep., Ns., Brigpol Farhana Rizka Isnaini, S.M., dan Brigpol Wininda Puspita Hapsari Langgeng, S.H.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, mengonfirmasi bahwa seluruh personel yang diberangkatkan telah menuntaskan serangkaian program pelatihan dan pembinaan intensif. Pemusatan latihan ini diwajibkan sebelum mereka bertolak menuju wilayah konflik.

“Mereka telah mengikuti berbagai tahapan persiapan untuk memastikan kesiapan yang matang, baik dari aspek kemampuan individu maupun soliditas sebagai satu kesatuan Formed Police Unit,” ujar Kombes Pol. Abast.

Sebagai syarat mutlak sebelum diterjunkan ke lapangan, kontingen harus melewati Pre-Deployment Training (PDT) FPU 8 MINUSCA yang dibagi secara berjenjang. Tahap pertama berlangsung selama 40 hari, disusul tahap kedua selama 52 hari, dan diakhiri dengan tahap ketiga selama 30 hari.

Selama masa penggemblengan tersebut, personel menerima materi taktis dan operasional berstandar internasional. Modul yang diberikan mencakup Police Tactics and Techniques, Public Order Management, Firearms Training, Tactical Driving, serta manajemen fungsi operasional dan logistik.

Lebih lanjut, kapasitas mereka juga dipertajam melalui pembidangan kemampuan khusus. Para personel dilatih secara spesifik untuk mengisi fungsi Minpers, Liaison Officer, General Affair, Duty Officer, tim medis, SWAT, penembak jitu (sniper), hingga kualifikasi sebagai instruktur FPU.

Mengingat Republik Afrika Tengah merupakan wilayah Francophone (berbahasa Prancis), kelima personel juga diwajibkan mengikuti pelatihan bahasa asing secara khusus. Hal ini merupakan langkah strategis untuk menjamin kelancaran komunikasi dan koordinasi harian di lingkungan misi multinasional.

“Persiapan ini juga mencakup agenda strategis lainnya, seperti Joint Training Polwan dan RCMP, Pre-AOC (Assessment of Operational Capability), Command Staff Training, Leadership Training, hingga kegiatan Ground Handling dan team building,” jelas Kombes Pol. Abast.

Seluruh rangkaian penyiapan kontingen ini telah ditutup dengan tradisi pelepasan resmi, yang meliputi Tradisi Jalan Juang, upacara pembaretan, serta upacara penutupan sebelum jadwal pemberangkatan ke Afrika Tengah.

Kombes Pol. Abast menegaskan bahwa keikutsertaan lima personel Polda Jatim ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan wujud nyata kontribusi institusi Polri dalam mendukung diplomasi dan misi perdamaian dunia di bawah mandat langsung PBB.

“Mereka membawa nama besar Polri dan Polda Jatim dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Kami berharap seluruh personel dapat menunaikan tugas dengan profesional, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab,” tegasnya. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA