Karnali Saragih dan Darma Saragih Dorong Pasar Relokasi Serbelawan Segera Dimanfaatkan Pedagang

waktu baca 4 menit
Selasa, 22 Sep 2026 21:03 6 Admin KPK

 

KPKTIPIKOR.COM – SIMALUNGUN – Upaya menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di pasar relokasi Serbelawan terus mendapat perhatian. Anggota DPRD Kabupaten Simalungun H. Karnali Saragih, M.Pd. bersama Perwakilan APPSI Darma Saragih mendorong agar fasilitas pasar relokasi dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh para pedagang terdampak kebakaran.

Dorongan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Camat Dolok Batu Nanggar, Senin (21/9/2026). Pertemuan itu membahas kondisi pedagang sekaligus langkah yang perlu dilakukan agar kios-kios yang telah disediakan pemerintah tidak terus kosong.

Rapat dipimpin Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar, S.E., M.Si. dan dihadiri Tokoh Masyarakat Serbelawan sekaligus Ketua LMP Serbelawan Leston Siregar, S.H., Lurah Serbelawan Lasma Damanik, Lurah Amansari Sahrinan Purba, serta perwakilan pedagang M. Ihsan.

Karnali Saragih, yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Simalungun asal Serbelawan sekaligus Ketua Partai Gelora Simalungun, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah kecamatan dalam mengoptimalkan pasar relokasi.

Menurut Karnali, pasar yang telah disediakan untuk menampung pedagang pascakebakaran harus benar-benar memberikan manfaat. Namun, kondisi pedagang juga perlu diperhitungkan sehingga penyelesaian persoalan tidak dilakukan secara sepihak.

“Kita siap mendukung pemerintah kecamatan. Namun, apabila ada pedagang yang memang sudah tidak lagi berjualan di pasar relokasi, tentu perlu dicarikan solusi agar kios yang tersedia dapat dimanfaatkan oleh pedagang lain yang bersedia berjualan di lokasi tersebut,” ujar Karnali.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan pedagang terdampak dengan kebutuhan untuk menghidupkan pasar relokasi.

Darma Saragih Dorong Pemanfaatan Kios

Sementara itu, Darma Saragih dari APPSI turut menjadi bagian dalam pembahasan mengenai optimalisasi pasar relokasi Serbelawan.

Kehadiran perwakilan APPSI dalam rapat menjadi bagian dari upaya mempertemukan kepentingan pemerintah dan para pelaku perdagangan agar keberadaan pasar relokasi dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah masih adanya pedagang terdampak kebakaran yang belum menempati kios. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena pasar relokasi telah disiapkan sebagai tempat melanjutkan aktivitas perdagangan setelah kebakaran.

Dalam rapat, pemerintah kecamatan tetap menekankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Kondisi ekonomi pedagang, terutama mereka yang masih mengalami keterbatasan modal, menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian kesempatan tambahan.

Camat Dolok Batu Nanggar Siti Aminah Siregar mengatakan pemerintah tidak ingin mengambil langkah tanpa mempertimbangkan keadaan pedagang.

“Yang kita utamakan adalah bagaimana mencari solusi bersama. Kita memahami kondisi para pedagang yang terdampak, namun di sisi lain pasar relokasi yang telah disediakan juga harus dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Siti Aminah.

Batas Waktu Diperpanjang hingga 30 September

Hasil rapat kemudian menyepakati pemberian kesempatan kepada para pedagang terdampak kebakaran untuk memanfaatkan kios pasar relokasi hingga 30 September 2026.

Jika sampai batas waktu tersebut kios masih belum digunakan oleh pedagang yang bersangkutan, pemerintah kecamatan akan mengalihkan pemanfaatannya kepada pedagang lain yang bersedia dan siap berjualan.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk toleransi pemerintah kecamatan terhadap pedagang yang masih berusaha memulihkan kondisi usahanya setelah musibah kebakaran.

Sebelumnya, dalam rapat pada 6 Juli 2026 yang dihadiri para pedagang dan Forkopimca Dolok Batu Nanggar, batas pemanfaatan kios telah ditetapkan sampai akhir Juli 2026.

Namun, melihat kondisi di lapangan, terutama pedagang kain yang membutuhkan modal relatif besar untuk kembali mengisi dagangan, pemerintah kecamatan memberikan tambahan waktu hingga akhir September.

Di sisi lain, Tokoh Masyarakat Serbelawan sekaligus Ketua LMP Serbelawan Leston Siregar, S.H., menyampaikan bahwa masih terdapat pedagang korban kebakaran yang mengalami persoalan modal.

“Beberapa pedagang yang terdampak kebakaran menyampaikan kepada saya bahwa kondisi mereka saat ini masih terkendala modal. Karena itu, mereka belum mampu menempati dan berjualan di pasar relokasi,” ungkap Leston.

Tinjau Langsung Kondisi Pasar

Setelah rapat selesai, Camat Dolok Batu Nanggar bersama unsur yang hadir melakukan peninjauan langsung ke lokasi pasar relokasi Serbelawan.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas sekaligus memastikan kesiapan pasar dalam mendukung aktivitas perdagangan.

Bagi Karnali Saragih dan Darma Saragih, optimalisasi pasar relokasi menjadi bagian penting dalam mengembalikan denyut perdagangan Serbelawan. Fasilitas yang telah tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat kembali bergerak.

Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar berharap kesempatan tambahan yang diberikan hingga 30 September 2026 dapat dimanfaatkan oleh para pedagang terdampak kebakaran.

Dengan adanya koordinasi antara pemerintah, DPRD, APPSI, tokoh masyarakat dan para pedagang, pasar relokasi diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pengganti, tetapi benar-benar mampu menjadi pusat aktivitas perdagangan dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat Serbelawan. (M.i)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA