KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI — Puluhan sopir kendaraan logistik menggelar aksi demonstrasi di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (3/9/2026) siang. Aksi ini digelar sebagai bentuk keresahan para pengemudi atas kemacetan panjang yang melumpuhkan jalur menuju pelabuhan selama beberapa hari terakhir.
Para pengemudi yang mayoritas membawa pasokan barang menuju Pulau Bali tersebut menyampaikan tuntutan agar PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Salah seorang sopir truk tujuan Bali, Darmawan, mengungkapkan bahwa keterlambatan ini sudah sampai pada tahap yang merugikan arus distribusi barang, terutama untuk komoditas bernilai ekonomis tinggi dan bahan pokok.
“Kami sudah cukup lama merasakan dampak dari antrean kendaraan yang berkepanjangan ini. Waktu tempuh menjadi jauh lebih lama dibandingkan kondisi normal, sementara pengiriman logistik memiliki target waktu ketat,” ujar Darmawan di lokasi aksi, Kamis (3/9/2026).
Menurut pengamatan di lapangan, penumpukan kendaraan logistik mengular hingga keluar area parkir pelabuhan dan memicu penyempitan arus lalu lintas di jalur utama menuju Banyuwangi-Situbondo. Kondisi ini membuat operasional sopir membengkak akibat konsumsi bahan bakar dan biaya harian yang meningkat.
Minta Solusi Konkret dan Penataan Antrean
Para peserta aksi mendesak pengelola pelabuhan untuk mengoptimalkan pola pemuatan kapal, menambah armada pendaratan, serta memperbaiki sistem kantong parkir (buffer zone) guna mencegah kemacetan meluap ke jalan umum.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan pengemudi logistik tengah berupaya melakukan mediasi bersama pihak manajemen ASDP Ketapang, kepolisian setempat, dan instansi perhubungan guna merumuskan skema rekayasa lalu lintas serta penyeberangan percepatan (skema drop-and-go).
Pihak manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang menyatakan sedang melakukan inventarisasi masalah, termasuk mengevaluasi frekuensi bongkar muat kapal dan faktor pemicu antrean seperti cuaca atau lonjakan volume kendaraan. Langkah penanganan jangka pendek diharapkan dapat segera disepakati agar arus distribusi pasokan logistik ke Bali kembali pulih. Sumber berita: (Red Kurnia)
Tidak ada komentar