Kesaksian Ustaz Ujang Bandung: Mengaku Alami Mati Suri Saat Berdzikir di Malam ke-17 Ramadan

waktu baca 3 menit
Selasa, 1 Sep 2026 18:07 20 Korlip jawa barat

SUKABUMI — KPKTIPIKOR,Sebuah kisah spiritual disampaikan Ustaz Ujang, seorang pendakwah asal Bandung, Jawa Barat, yang mengaku pernah mengalami pengalaman mati suri ketika sedang menjalankan amalan dzikir pada malam ke-17 Ramadan 2016.

Kesaksian tersebut disampaikan Ustaz Ujang saat berada di Kabupaten Sukabumi dalam rangkaian perjalanan dakwah khuruj fisabilillah selama 40 hari bersama delapan orang jamaah dari Bandung.

Dalam perjalanan dakwah dari masjid ke masjid, rombongan tersebut singgah untuk bersilaturahmi dengan umat Islam di Masjid Mabda Sono Cafe JB, Pasir Salam, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Saat ditemui dan diwawancarai awak media, Ustaz Ujang yang kini berusia sekitar 57 tahun menceritakan pengalaman yang menurutnya menjadi salah satu peristiwa paling berkesan dalam perjalanan hidup dan dakwahnya.

Ia menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada 17 Ramadan 2016 sekitar pukul 01.00 dini hari. Saat itu dirinya sedang berada di rumah dan melaksanakan amalan dzikir.

Menurut kesaksiannya, secara tiba-tiba tubuhnya terasa seperti melayang dan dibawa menuju ke atas. Dalam pengalaman yang dirasakannya tersebut, ia melihat dua sosok berjubah putih yang disebutnya mendampinginya menuju suatu tempat yang ia gambarkan sebagai langit pertama.

“Ketika itu saya seperti dibawa ke langit pertama. Kemudian terlihat sebuah pintu seperti pintu gedung atau rumah yang terbuka dan seolah menyambut kedatangan saya,” tutur Ustaz Ujang.

Namun, sebelum memasuki pintu tersebut, Ustaz Ujang mengaku menyampaikan bahwa masih banyak tanggung jawab yang belum ditunaikannya, terutama keinginannya untuk menyampaikan kebenaran dan berdakwah kepada umat manusia.

Dalam pengalaman tersebut, ia juga mengaku melihat lafaz Ar-Rahman di bagian tangan kanan salah satu sosok yang menjemputnya dan lafaz Ar-Rahim di bagian tangan sebelah kiri.

“Ketika saya melihat itu, saya bertanya, pertanda apakah itu? Kemudian dijawab bahwa itu untuk saya,” ungkapnya.

Tidak lama setelah itu, Ustaz Ujang mengaku dirinya kembali ke bumi. Ia memperkirakan seluruh pengalaman tersebut berlangsung sekitar satu jam.

Setelah tersadar, ia mengatakan tubuhnya mengalami rasa sakit di sekujur badan. Kondisi tersebut bahkan membuatnya harus membatalkan puasanya. Namun, menurut penuturannya, kondisi kesehatannya berangsur membaik hingga kembali sehat pada hari berikutnya.

Bagi Ustaz Ujang, pengalaman tersebut menjadi pengingat tentang kebesaran dan kasih sayang Allah SWT kepada manusia. Ia meyakini bahwa peristiwa yang dialaminya menjadi dorongan untuk terus menjalankan perintah Allah SWT dan menyampaikan ajaran kebaikan kepada sesama.

“Kasih sayang Allah begitu dekat kepada hamba-Nya yang memperjuangkan agama, saling mengingatkan kepada kebaikan. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW untuk mengajak kepada amar ma’ruf nahi mungkar,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat Islam agar tidak menjadikan kisah tersebut sekadar cerita, tetapi mengambil nilai positif berupa semangat memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, pengalaman spiritual yang ia ceritakan merupakan bagian dari perjalanan hidup yang menjadi pengingat agar manusia senantiasa mengingat Allah SWT dan mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

“Kalau di dunia saja Allah sudah menunjukkan Rahman dan Rahim-Nya kepada kita, bagaimana kelak kasih sayang Allah di akhirat. Semoga kita semua menjadi hamba pilihan Allah SWT,” kata Ustaz Ujang.

Ia berharap kesaksian yang disampaikannya dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk semakin semangat menjalankan perintah Allah SWT, memperbanyak amal ibadah, serta menyebarkan kebaikan dan dakwah kepada seluruh umat.

“Semoga kisah yang saya alami ini menjadi motivasi dan semangat bagi kita semua untuk menjalankan perintah Allah SWT dan berdakwah ke seluruh alam. Semoga kita dijadikan golongan hamba pilihan Allah hingga masuk surga. Amin, amin ya Rabbal alamin,” pungkasnya.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA