Memperingati Satu Tahun Wafatnya Almarhum Affan Kurniawan, Doa’ Bersama Kapolresta Banyuwangi Perkuat Sinergi Keselamatan Jalan dan Kamtibmas Bersama Komunitas Ojol

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 20:57 6 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI — Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan sekaligus mengenang satu tahun kepergian almarhum Affan Kurniawan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi menggelar silaturahmi bersama jajaran pengurus dan perwakilan komunitas pengemudi ojek online (ojol) se-Kabupaten Banyuwangi.

 

Agenda yang diawali dengan doa dan tahlil bersama tersebut berlangsung khidmat di Kediaman Dinas Kapolresta Banyuwangi pada Rabu malam (26/8/2026).

 

Sebanyak 15 koordinator dari Gabungan Transportasi Online Roda Dua Banyuwangi (Gardawangi)—organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai Forum Ojol Banyuwangi Bersatu (FOBB)—hadir secara langsung.

 

Pertemuan ini difokuskan pada penguatan budaya keselamatan berlalu lintas, peran strategis ojol dalam menjaga keamanan masyarakat, hingga peluang pemberdayaan ekonomi sektor pariwisata.

 

Perbedaan Mendasar “Berkendara” dan “Berlalu Lintas”

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, menegaskan bahwa momentum peringatan ini hendaknya dimaknai dengan tindakan nyata untuk meningkatkan kualitas keselamatan saat beraktivitas di jalan raya.

 

Dalam arahannya, ia menekankan perbedaan mendasar antara sekadar mengoperasikan kendaraan dengan pemahaman komprehensif atas tata tertib lalu lintas.

 

“Berkendara dan berlalu lintas adalah dua hal yang berbeda. Berkendara sekadar kemampuan teknis mengegas dan mengerem kendaraan. Namun, berlalu lintas menuntut pemahaman mendalam mengenai aturan, rambu-rambu, serta kesadaran akan hak dan kewajiban sesama pengguna jalan,” ujar Kombes Pol Rofiq di hadapan para pengemudi.

 

Guna menekan tingkat fatalitas kecelakaan, Polresta Banyuwangi menyampaikan pemaparan data evaluasi kecelakaan lalu lintas sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Data tersebut mencatat tingginya insiden tabrakan dari arah depan dan samping, kecelakaan saat beralih jalur dari dan menuju jalan utama, insiden beruntun, serta kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki.

 

Atas evaluasi tersebut, pihak kepolisian meminta pengemudi ojol—sebagai kelompok penglaju dengan mobilitas tinggi—untuk menjadi pelopor ketertiban dan disiplin penggunaan alat pelindung diri utama, seperti helm standar.

 

Pengawasan Terdepan Kamtibmas dan Peluang Sektor Pariwisata

Selain aspek keselamatan jalan, Polresta Banyuwangi mendorong jajaran mitra pengemudi ojol untuk mengambil peran aktif sebagai jajaran terdepan dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

 

Tinggi tingkat sebaran operasional driver di seluruh sudut wilayah Banyuwangi dinilai efektif untuk membantu deteksi dini potensi konflik sosial, gangguan keamanan, maupun tindak pidana.

 

Kombes Pol Rofiq juga mengimbau agar komunitas ojol bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial demi mencegah disinformasi yang berpotensi memicu ketegangan di tingkat tapak.

 

Pada segmen penguatan ekonomi, Kapolresta mendorong komunitas Gardawangi menangkap peluang pertumbuhan pariwisata daerah. Destinasi unggulan seperti Kawah Ijen, Bangsring Boat, Taman Nasional Alas Purwo, De Djawatan, hingga Pantai Pulau Merah dinilai memerlukan daya dukung moda transportasi lokal yang profesional.

 

“Peningkatan kapasitas seperti penguasaan bahasa asing dan etika pelayanan publik yang baik akan meningkatkan daya saing para driver di mata wisatawan domestik maupun mancanegara,” tambahnya.

 

Tanggapan Komunitas dan Usulan Program Strategis

 

Ketua Gardawangi Banyuwangi, Yudha Okta Mahendra (Bang AO), memberikan apresiasi atas komitmen dan perhatian jajaran Polresta Banyuwangi terhadap almarhum Affan Kurniawan serta kesejahteraan para pengemudi.

 

Dalam dialog terbuka tersebut, Gardawangi menyampaikan dua poin aspirasi strategis:

 

Pengaktifan Pos Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL): Mengusulkan optimalisasi kembali pos penanganan dan pengawasan ketertiban lalu lintas di titik-titik rawan kota Banyuwangi.

 

Program “Naik Ojol Tiap Jumat”: Mendorong adopsi kebijakan penggunaan jasa ojek online secara berkala bagi jajaran personel kepolisian, meniru skema kerja sama yang telah digulirkan Pemkab Banyuwangi untuk mendukung geliat ekonomi pengemudi.

 

Komitmen Berkelanjutan

Silaturahmi interaktif ini ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menjaga komunikasi dua arah secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, kepergian almarhum Affan Kurniawan diharapkan terus menjadi pengingat bersama akan pentingnya nilai keselamatan jiwa, profesionalisme kerja, serta kondusivitas wilayah Banyuwangi. Sumber berita: (Red Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA