Antisipasi Ancaman Karhutla Bromo Merembet ke Ngadisari, Polres Probolinggo Terjunkan Personel Padamkan Api di Blok Seruni

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Agu 2026 20:59 7 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

PROBOLINGGO — Kobaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Menanggapi situasi kritis tersebut, jajaran Polres Probolinggo Polda Jawa Timur bergerak cepat mendatangi Blok Seruni, Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, pada Kamis (27/8/2026) dini hari.

 

Penanganan cepat ini dilakukan menyusul ditemukannya dua titik api yang terus merembet menuju area di bawah Jembatan Kaca. Pihak kepolisian mengambil tindakan siaga darurat guna mengantisipasi kerusakan lingkungan yang lebih parah serta menjaga keamanan objek vital wisata tersebut.

 

Berbekal peralatan pemadam manual, para personel di lapangan berkejaran dengan waktu untuk menyekat pergerakan si jago merah. Upaya penyekatan difokuskan agar api tidak menjalar lebih luas ke area pemukiman dan destinasi wisata Jembatan Kaca di Blok Seruni, Desa Ngadisari.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa titik kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 03.00 WIB. Lokasi persis kebakaran berada di kawasan lereng bawah Jembatan Kaca yang termasuk dalam zona konservasi TNBTS.

Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, mengonfirmasi keberadaan titik api tersebut berdasarkan hasil pengamatan langsung di lokasi kejadian.

 

“Dari hasil pemantauan personel di lapangan, terdeteksi ada dua titik api aktif yang pergerakannya mengarah ke area Jembatan Kaca di wilayah Desa Ngadisari,” jelas AKBP Rizki saat memberikan keterangan.

 

AKBP Rizki menegaskan bahwa kepolisian berkolaborasi dengan jajaran instansi terkait untuk memantau dinamika pergerakan api sekaligus mengeksekusi langkah-langkah penanggulangan secara terukur.

 

“Kami terus mengintensifkan koordinasi bersama instansi penanggulangan bencana dan pihak TNBTS. Upaya pemadaman serta penyekatan titik api terus digencarkan agar kebakaran tidak meluas,” tambahnya.

 

Di samping upaya teknis di lapangan, Kapolres Probolinggo turut melayangkan imbauan kepada para pengunjung dan warga setempat agar ekstra waspada serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi memicu kebakaran di area rawan karhutla.

 

“Apabila masyarakat melihat indikasi timbulnya titik api atau potensi bahaya kebakaran, kami minta untuk segera menginfokan kepada petugas terdekat agar bisa langsung ditindaklanjuti,” imbau AKBP Rizki.

 

Hingga berita ini diturunkan, operasi pemadaman dan pengendalian api di kawasan TNBTS masih terus berlangsung dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel di lapangan serta keamanan masyarakat sekitar. Sumber berita: (Red Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA