Antisipasi Penyalahgunaan Teknologi, Polres Bojonegoro Bekali Ratusan Pelajar Literasi Digital dan Bahaya Deepfake

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Agu 2026 19:50 6 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BOJONEGORO – Pesatnya kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Polda Jawa Timur, untuk memperketat pengawasan serta pembinaan di ruang siber. Sebagai langkah preventif menjaga memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), jajaran kepolisian menggelar sosialisasi literasi digital bagi para generasi muda.

 

Sebanyak 200 siswa-siswi SMAN 1 Bojonegoro berkumpul di aula sekolah yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan pemaparannya dipimpin langsung oleh Kanit 3 Satreskrim Polres Bojonegoro, Iptu Agus Wijaya, beserta tim.

 

Para peserta tampak interaktif menyimak materi yang mencakup peluang pemanfaatan AI, ragam potensi risiko, hingga cara mengidentifikasi manipulasi digital seperti deepfake dan informasi bohong (hoaks).

 

Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Bojonegoro, Kompol Khristanto Widhy Nugroho, menegaskan pentingnya pembekalan ini bagi kalangan pelajar. Menurutnya, pemuda merupakan kelompok paling rentan sekaligus yang paling aktif bersentuhan dengan ekosistem digital.

 

“Kemampuan teknis menggunakan perangkat digital harus berjalan iringan dengan kesadaran etis, tanggung jawab moral, dan batas-batas hukum,” ujar Kompol Khristanto saat memberikan keterangan secara terpisah.

 

Ia menambahkan, program edukasi ini dirancang agar para siswa tidak hanya cermat menyaring arus informasi, tetapi juga mampu mendeteksi bias data serta mencegah penyebaran deepfake yang berpotensi merugikan atau mencemarkan nama baik pihak lain.

 

Di samping menekankan aspek kewaspadaan, kepolisian juga mendorong para pelajar memanfaatkan platform kecerdasan buatan untuk mendukung proses pembelajaran sehari-hari secara positif. AI diharapkan dapat menjadi sarana pendorong kreativitas tanpa mengabaikan Orisinalitas pemikiran serta hindari tindakan plagiarisme.

 

“Teknologi ini sejatinya adalah alat bantu pendukung, bukan pengganti daya kritis maupun nalar berpikir manusia. Karena itu, literasi digital dan karakter taat hukum harus terus ditanamkan,” imbuhnya.

 

Langkah kepolisian ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Bojonegoro, Wiwik Widowati, mengapresiasi inisiatif Polres Bojonegoro yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan para siswa saat ini.

 

“Edukasi mengenai pemahaman AI dari kepolisian ini sangat berharga bagi anak didik kami. Di era modern ini, siswa tidak hanya dituntut mahir teknologi, tetapi juga wajib memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab,” tutur Wiwik.

 

Melalui sinergi ini, Polres Bojonegoro berharap dapat memunculkan generasi muda yang tidak sekadar adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga tangguh dalam membentengi diri dari potensi tindak kejahatan siber. Sumber berita: (Red Jaskurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA