Saumlaki,kpktipikor.id –Ketua AMGPM Daerah Tanimbar Selatan, Ricky Malisngorar, S.H., M.H., secara resmi membuka Konferensi Cabang (Konfercab) ke-VII AMGPM Cabang Sion Namtabung yang berlangsung di Desa Namtabung, Kecamatan Selaru, Minggu (7/6/2026).
Prosesi pembukaan diawali dengan penampilan tarian adat sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan dan peserta konferensi. Selanjutnya seluruh peserta mengikuti rangkaian acara pembukaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars AMGPM.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan mukadimah dan in memoriam yang dipimpin oleh Ketua AMGPM Cabang Sion Namtabung, Semy Abarua. Setelah itu, Ketua Panitia Konfercab, Yohanes Lerebulan, menyampaikan laporan panitia yang berisi kesiapan pelaksanaan kegiatan serta harapan agar konferensi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi pelayanan organisasi.
Dalam pidatonya, Ketua AMGPM Cabang Sion Namtabung, Semy Abarua, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Konfercab ke-VII. Ia berharap forum tersebut menjadi momentum evaluasi pelayanan sekaligus memperkuat peran pemuda gereja dalam menjawab tantangan zaman.
Puncak acara ditandai dengan sambutan Ketua AMGPM Daerah Tanimbar Selatan, Ricky Malisngorar, S.H., M.H., yang sekaligus membuka secara resmi Konferensi Cabang ke-VII AMGPM Cabang Sion Namtabung.
Dalam arahannya, Ricky Malisngorar menekankan pentingnya kesiapan generasi muda, khususnya kader-kader AMGPM, dalam menghadapi pembangunan dan pengoperasian Blok Migas Masela di masa mendatang. Menurutnya, kehadiran industri tersebut akan membawa berbagai dampak ekonomi dan peluang kerja yang harus disambut dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan Blok Masela akan menghadirkan berbagai efek berganda (multiplayer effect) bagi wilayah Selaru, termasuk peluang di sektor petrokimia dan pembangunan shorebase. Oleh karena itu, pemuda AMGPM harus mulai mempersiapkan diri melalui pendidikan, pelatihan, serta peningkatan keterampilan agar mampu bersaing dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Selain itu, Ricky juga menyoroti pentingnya menjaga dan memperjuangkan hak ulayat masyarakat adat. Ia menegaskan bahwa hak-hak adat harus dihormati dan dilindungi sebagai bagian dari identitas masyarakat setempat. Menurutnya, investasi yang masuk ke wilayah Selaru harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.
”Pengalaman yang pernah terjadi di Desa Lermatang harus menjadi pelajaran bersama agar hal serupa tidak terulang di wilayah Selaru. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu mengawal proses pembangunan dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat adat,” tegasnya.
Setelah arahan dari Ketua AMGPM Daerah Tanimbar Selatan, sambutan dilanjutkan oleh Wakil Ketua Majelis Jemaat GPM Sion Namtabung, Steven Sambonu, yang mewakili Ketua Majelis Jemaat. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta konferensi untuk menjaga semangat persaudaraan, pelayanan, dan tanggung jawab dalam berorganisasi.
Arahan terakhir disampaikan oleh Kepala Desa Namtabung, Theo Malisngorar, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Konfercab serta berharap hasil konferensi dapat melahirkan program-program yang bermanfaat bagi pemuda dan masyarakat Desa Namtabung.
Turut hadir dalam pembukaan Konferensi Cabang ke-VII AMGPM Cabang Sion Namtabung, Kepala Desa Namtabung, Ketua BPD, Kepala Puskesmas Namtabung, Kepala SD Kristen Namtabung, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar Olvin Gosan, Pendeta Jemaat GPM Sion Namtabung, Majelis Jemaat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta seluruh jemaat GPM Sion Namtabung.
Tidak ada komentar