Saumlaki,kpktipikor.id -Proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Yaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Tahun 2026 mulai menjadi sorotan publik setelah pembangunan disebut telah berjalan hampir satu bulan tanpa papan proyek di lokasi pekerjaan.
Padahal, proyek yang bersumber dari program revitalisasi kementerian itu diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp1,8 miliar, Jumat (29/5/126)
Ketiadaan papan proyek memicu pertanyaan warga terkait transparansi pelaksanaan pembangunan. Sebab, papan proyek merupakan bagian penting untuk membuka informasi kepada publik mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, hingga waktu pelaksanaan.
Di tengah pembangunan yang terus berjalan, persoalan lain juga mencuat. Informasi yang diperoleh menyebutkan lahan lokasi sekolah disebut belum sepenuhnya selesai dibayar saat proyek mulai dikerjakan.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran publik terhadap aspek administrasi dan legalitas pembangunan. Warga menilai proyek pemerintah seharusnya berjalan setelah seluruh dokumen dan kewajiban lahan diselesaikan secara tuntas.
“Kalau pembangunan sudah berjalan, mestinya semua administrasi dan hak pemilik lahan harus sudah jelas. Jangan sampai nanti menimbulkan persoalan baru di belakang,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Revitalisasi SMP Negeri 2 Yaru sendiri merupakan bagian dari program pembangunan pendidikan Tahun 2026. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan satu ruang laboratorium bahasa, rehabilitasi enam ruang belajar, satu ruang administrasi, serta satu ruang kantor sekolah.
Kepala sekolah disebut menjadi penanggung jawab kegiatan revitalisasi tersebut. Namun hingga kini belum terlihat adanya papan informasi proyek yang lazim dipasang pada pekerjaan pemerintah sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat.
Kondisi itu dinilai bertentangan dengan semangat transparansi penggunaan anggaran negara. Apalagi proyek pendidikan menyangkut kepentingan publik dan penggunaan dana pemerintah dalam jumlah besar.
“Transparansi itu wajib. Publik berhak tahu pekerjaan ini menggunakan dana berapa, siapa pelaksana, dan kapan target penyelesaiannya,” kata seorang pemerhati pembangunan di wilayah setempat.
Di sisi lain, masyarakat berharap revitalisasi SMP Negeri 2 Yaru benar-benar meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan bagi siswa. Namun harapan itu dinilai harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan administrasi dan prinsip akuntabilitas.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan belum dipasangnya papan proyek maupun status penyelesaian pembayaran lahan sekolah.
(Tim)
Tidak ada komentar