Lampung barat Media kpktipikor.id (Rabu 4 Maret 2026) sering mark-up bahan baku pangan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ,para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, maupun Pengawas Gizi, agar tidak pernah mau berkompromi dengan Mitra SPPG dalam praktik curang yang mencemari program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, Pengawas Gizi, khusus yang ada di kecamatan air hitam Lampung barat jangan pernah mau mengikuti kemauan, apalagi malah berkolaborasi dengan Mitra SPPG yang memarkup harga bahan baku pangan untuk Program MBG
banyak temuan awak media tentang Mitra yang sering memarkup harga di atas HET, sebagai contoh SPPG yang berada di pekon gunung terang harga jeruk perbiji nya bisa sampai RP.1.500 salak 1 biji Rp.1.300 kurma 3 biji Rp.1.500 dari penerima manfaat kurang lebih 2500 di kecamatan air .
Salah satu tokoh air hitam kecamatan Lampung barat menyampaikan Kami di air hitam ini nggak pernah usil dgn usaha dan keuntungan orang lain. Tapi karna MBG ini adalah program pemerintah pusat yang ada aturan juklak juknis nya dan bersentuhan langsung ke masyarakat.
Maka wajar kalau ada banyak pihak yang mengingatkan..kami senang dgn program pak presiden salah satu nya MBG.tapi jangan di ambil kesempatan ambil untung besar oleh pihak pihak pengelola dan mitra MBG itu sendiri
.ikuti saja aturan atau petunjuk dari pusat (BGN). Pihak mitra tidak belanja cari untung sendiri. Membuat harga dan nota di stempel sendiri. Seharusnya pihak mitra survei harga terendahnya di UMKM/pedagang di lingkungan MBG itu sendiri dengan suplayer yang jelas memenuhi syarat standar MBG.
Sesuai permintaan BGN pusat bahwa daftar harga menu dan standar gizi dalam menu yang di bagikan ke pemanfaat di lampirkan sebagai bentuk transparansi. Masyarakat umum juga biar tau kalau harga satuan untuk kebutuhan MBG itu tidak keterlaluan di ambil untung.
Pihak mitra dan SPPG jangan merasa tersinggung dan merasa di usilin oleh para pemerhati. Ini program presiden prabowo subianto yang memilih nya masyarakat banyak.dan jangan sampai program dan niat tujuan baik presiden rusak namanya
. Rusak program nya karna segelintir kepentingan orang cari untung berlebihan. Juga para relawan yang ikut bekerja di MBG program ini seharusnya juga ikut mengingatkan dan peduli ke setiap sesuatu yang akan di sajikan.
Jangan terlalu takut dan manut kepada mitra atau SPPG. Karna kalau MBG itu melanggar aturan dan di nyatakan belum layak beroperasi maka para relawan itu akan di siapakan mitra MBG pengganti yang lebih layak.tidak usah merasa akan kehilangan pekerjaan.
Kalau sampai terjadi para relawan dan SPPG mendiamkan bahkan mendukung setiap kesalahan yang di anggap kurang pas oleh masyarakat yang anak nya penerima manfaat. Maka bisa di anggap turut serta melindungi kesalahan satu orang. Padahal yang untung besar hanya satu orang itu
Keteguhan untuk tidak mau berkompromi ini sangat penting. Sebab, jika Badan Pengawas Keuangan (BPK) menemukan mark up bahan pangan dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dalam laporan keuangan SPPG, Kepala SPPG yang harus bertanggung jawab. “Mitra bisa santai ,santai sedangkan anda kepala sppg yang harus berhadapan dengan hukum,”
Pemasok bahan baku pangan untuk dapur SPPG, tidak boleh didominasi oleh satu dua pemasok yang diarahkan Mitra. SPPG justru harus memberdayakan kelompok tani, kelompok peternak, koperasi, dan UMKM di sekitar dapur MBG untuk menjadi pemasok bahan pangan. Koperasi yang dimaksudkan juga bukan koperasi buatan Mitra yang hanya sekedar untuk mengakali aturan
Pelibatan masyarakat lokal sebagai pemasok dapur MBG itu diatur dengan jelas dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 115 tahun 2025. “Penyelenggaraan MBG mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dan pelibatan usaha mikro, usaha kecil, perseroan perorangan, koperasi, koperasi desa/kelurahan merah putih, dan BUMDesa,” kata tokoh tersebut mengutip pasal 38 ayat 1 pungkas nya .
(Raidison)
Tidak ada komentar