Gema Sahur Remaja Masjid Desa Kilon Semarakkan Tradisi Leluhur, Bangunkan Warga Menuju Ibadah Penuh Berkah.

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 09:45 2 Admin KPK

Kepulauan Tanimbar, Maluku – Semangat kebersamaan dan nuansa religius terasa kuat di Desa Kilon, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, saat Koordinator Gema Sahur bersama remaja masjid dan pemuda setempat menghidupkan suasana sahur melalui dentuman genderang dan lantunan syair Islami, dalam rangka menyambut waktu sahur bagi umat Muslim.

Kegiatan yang melibatkan Remaja Masjid Baitul Makmur Desa Kilon ini turut mendapat dukungan dari Ketua KAHMI Kabupaten Kepulauan Tanimbar Muhamad Tahir Kallean SP.M.MP. Tradisi membangunkan warga untuk sahur dengan iringan musik dan nyanyian bernuansa religi tersebut telah menjadi bagian dari budaya Islam yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur masyarakat setempat.

Koordinator Gema Sahur, A.B Kakat, S.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk pelestarian nilai budaya dan syiar agama yang sarat makna.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman leluhur dan menjadi warisan hingga hari ini. Kita perlu terus mengembangkannya dan tidak boleh meninggalkannya. Selain itu, ini juga menjadi cara kita membangunkan warga agar tidak melewatkan sahur karena ketiduran, ujarnya.

Ia menambahkan, sahur merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW yang memiliki nilai pahala tersendiri. Dalam sebuah hadis disebutkan, Bersahurlah walau hanya dengan seteguk air, maka kamu memperoleh pahala sunnahnya.

Menurutnya, meski dalam keterbatasan sarana dan prasarana, semangat para remaja masjid dan pemuda Desa Kilon untuk menghidupkan Gema Sahur tetap tinggi, terlebih di bulan penuh ampunan.

Kami ingin mengambil bagian dalam momentum bulan magfirah ini. Walaupun sederhana, kami ingin menghadirkan suasana sahur yang penuh semangat dan kebersamaan, lanjutnya.

Ke depan, komunitas Gema Sahur berharap adanya kolaborasi yang lebih luas antara remaja masjid, pemuda, dan seluruh masyarakat, agar tradisi ini terus hidup dan tidak hilang ditelan zaman. Mereka juga berharap dukungan dari Pemerintah Desa Kilon, khususnya dalam penyediaan fasilitas sound system sebagai sarana pendukung kegiatan.

Harapan kami, Gema Sahur tidak hanya berlangsung di Desa Kilon, tetapi juga dapat menjangkau negeri-negeri tetangga yang mayoritas Muslim, sebagai bentuk silaturahmi dan syiar Islam yang damai, pungkas A.B Kakat.

Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan, budaya, dan semangat gotong royong berpadu dalam satu gerakan sederhana namun penuh makna, menghadirkan kehangatan sahur bagi masyarakat Desa Kilon di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

( Randy Fenan )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA