Media – KPKTIPIKOR – Serbelawan – Penderitaan warga akibat rusaknya Jalan Sangnawaluh di Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, akhirnya mendapat perhatian serius dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di DPRD Kabupaten Simalungun.
Ruas jalan sepanjang sekitar 700 hingga 800 meter yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat itu disebut telah lebih dari dua dekade tidak pernah memperoleh perbaikan menyeluruh. Kondisi tersebut menjadi sorotan tajam Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Karnali Saragih, saat rapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Banggar DPRD Simalungun.
Dalam rapat tersebut, Karnali menegaskan bahwa Jalan Sangnawaluh bukan sekadar jalan lingkungan, tetapi merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah nagori di kawasan Serbelawan. Setiap hari jalan itu digunakan masyarakat untuk beraktivitas, termasuk para pelajar yang berangkat dan pulang sekolah.
Menurutnya, kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Lubang menganga hampir di sepanjang badan jalan dan ketika hujan turun berubah menjadi kubangan air yang membahayakan pengendara.
“Jalan Sangnawaluh sudah lebih dari 20 tahun tidak pernah diperbaiki. Padahal ini merupakan akses penting bagi masyarakat dari beberapa nagori dan juga jalur yang setiap hari dilalui anak-anak sekolah. Kalau hujan turun, jalannya berubah menjadi kubangan sehingga sangat mengganggu aktivitas warga,” tegas Karnali Saragih.
Atas kondisi tersebut, Karnali meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Simalungun memberikan perhatian khusus dan memasukkan Jalan Sangnawaluh sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.
Tidak hanya itu, politisi tersebut juga menyoroti keberadaan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) pada Dinas PUTR yang nilainya mencapai lebih dari Rp10 miliar. Menurutnya, anggaran yang belum terserap itu seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan jalan-jalan yang telah lama menjadi keluhan masyarakat.
“Kalau memang tersedia Silpa lebih dari Rp10 miliar, sebaiknya dimanfaatkan untuk menangani jalan-jalan rusak yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat. Infrastruktur yang baik akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” ujarnya.
Menanggapi masukan tersebut, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Simalungun, Hotbinson Damanik, menyatakan pihaknya memahami kondisi Jalan Sangnawaluh dan memastikan usulan tersebut akan menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan daerah.
Ia mengatakan, pemerintah daerah akan berupaya mengalokasikan anggaran melalui Perubahan APBD Tahun 2026 apabila seluruh persyaratan administrasi dan kemampuan keuangan daerah memungkinkan.
“Jalan Sangnawaluh yang disampaikan dalam rapat tentu menjadi perhatian kami. Kami akan mengupayakan agar penanganannya dapat diakomodasi melalui Perubahan APBD tahun ini,” kata Hotbinson.
Terkait besarnya Silpa yang dipertanyakan dalam rapat, Hotbinson menjelaskan bahwa sisa anggaran tersebut bukan disebabkan adanya pekerjaan yang tidak dilaksanakan. Menurutnya, seluruh target pembangunan telah tercapai sesuai kontrak.
Ia menerangkan bahwa sebagian dana memang belum dibayarkan karena masih ditahan sebagai retensi atau jaminan pemeliharaan sebesar lima persen, mengingat beberapa penyedia jasa belum memenuhi kewajiban administrasi hingga masa pemeliharaan berakhir.
“Output seluruh pekerjaan tetap tercapai. Silpa muncul karena ada pembayaran yang masih ditahan sesuai ketentuan. Hal ini berkaitan dengan kewajiban rekanan menyerahkan jaminan pemeliharaan sebelum pembayaran akhir dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, harapan besar datang dari masyarakat yang selama bertahun-tahun harus menghadapi kondisi jalan yang rusak setiap hari. Salah seorang warga Serbelawan, Simanjuntak, mengaku kerusakan Jalan Sangnawaluh sudah berlangsung sangat lama tanpa adanya perbaikan yang signifikan.
Menurutnya, selain dipenuhi lubang berukuran besar, genangan air saat hujan membuat pengendara sulit membedakan permukaan jalan sehingga kerap membahayakan keselamatan.
“Sudah lama sekali jalan ini rusak dan sampai sekarang belum diperbaiki. Lubangnya besar-besar, kalau hujan semuanya tertutup air sehingga sangat berbahaya bagi pengendara. Padahal ini jalan utama di Serbelawan yang setiap hari dilewati masyarakat. Kami benar-benar berharap pemerintah segera memperbaikinya,” ungkap Simanjuntak. Kamis, 23 Juli 2026.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya. Mereka berharap perhatian yang disampaikan DPRD dalam rapat Pansus tidak berhenti sebagai pembahasan semata, melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan di lapangan.
Bagi masyarakat, perbaikan Jalan Sangnawaluh bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan, kelancaran aktivitas ekonomi, kemudahan akses pendidikan bagi pelajar, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kini, harapan warga tertuju pada komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun agar Jalan Sangnawaluh yang telah lebih dari 20 tahun menanti perbaikan akhirnya mendapat penanganan nyata melalui program pembangunan daerah, sehingga masyarakat dapat menikmati akses jalan yang aman, nyaman, dan layak digunakan. (Mhd Ihsan )
Tidak ada komentar