Pencarian Rombongan Media di GAK Berlanjut, Polda Banten Siapkan Pos Antemortem

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 17:02 3 Admin KPK

 

 

 

 

 

 

KPKTIPIKOR. ID

 

 

Pandeglang – Polda Banten bersama TNI, Basarnas, BMKG dan unsur terkait terus melaksanakan upaya pencarian terhadap rombongan media yang dilaporkan belum dapat dihubungi setelah melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

 

Pencarian dilakukan setelah Polda Banten menerima informasi pada Selasa (8/9) terkait rombongan jurnalis yang sebelumnya berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).

 

Dalam kesempatannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan sejak menerima informasi tersebut, tim terpadu langsung melakukan upaya pencarian dan hingga hari ini operasi SAR masih terus dilanjutkan.

 

“Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian,” kata Kapolda Banten pada Rabu (09/09).

 

Selanjutnya, Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa keselamatan personel yang terlibat dalam operasi pencarian menjadi perhatian utama. Pihaknya juga memastikan kesiapan sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang dikerahkan dalam operasi tersebut.

 

“Kita akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan pos antemortem dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten sebagai bagian dari kesiapan apabila diperlukan dalam proses identifikasi.

 

“Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan,” jelasnya.

 

Terkait kemungkinan pemantauan melalui udara, Kapolda Banten menyampaikan bahwa hingga saat ini pencarian masih difokuskan melalui jalur laut. Pemantauan udara akan dipertimbangkan dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 

“Untuk sampai dengan sekarang belum. Nanti melihat perkembangan hari ini, saya akan minta petunjuk. Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.

 

Irjen Pol Hengki juga mengingatkan masyarakat dan para pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius yang telah ditetapkan.

 

“Dari Vulkanologi sudah mengimbau semenjak meningkatnya erupsi ini, tidak boleh mendekati dalam radius tiga kilometer. Jadi harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau,” ingatnya.

 

Diakhir, Kapolda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya terkait isu tsunami maupun informasi lain yang beredar di media sosial.

 

“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, jangan cepat percaya dengan berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya terkait isu tsunami maupun informasi lain yang beredar di media sosial,” tutupnya. (Bidhumas). ( Toni )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA