filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42; Nias Selatan, kpktipikor.id 25 April 2026 — SPPG 16 Merah Putih Somambawa di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Nias Selatan menggelar evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas pemenuhan gizi bagi pelajar di Kecamatan Somambawa. Kegiatan ini melibatkan 23 sekolah penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.
Evaluasi tersebut dilaksanakan pada Sabtu (25/4/2026) pukul 14.00 WIB hingga selesai di Hoya Fana, Desa Oladano, Kecamatan Somambawa, Kabupaten Nias Selatan.
Kegiatan ini dihadiri Wakapolres Nias Selatan selaku Ketua Satgas MBG Polres Nias Selatan beserta jajaran, unsur kecamatan, Kapolsek Lahusa, Korcab SPPG, mitra SPPG, perwakilan Yayasan Kemala Bhayangkari, kepala sekolah, relawan, tokoh masyarakat, serta insan pers.
Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan program MBG, memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, serta menyerap masukan guna meningkatkan efektivitas pelayanan program yang merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah melalui Badan Gizi Nasional.
Kepala SPPG 16 Merah Putih Somambawa, Isman Julfianus Telaumbanua, S.M, menegaskan bahwa evaluasi menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas program.
Ia menyampaikan bahwa selama kurang lebih dua bulan pelaksanaan, program MBG berjalan cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala di lapangan.
“Jika ditemukan makanan yang kurang layak, menu tidak sesuai, atau kendala distribusi, kami harapkan pihak sekolah segera melaporkan agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa alokasi anggaran MBG saat ini sebesar Rp10 ribu untuk porsi besar dan Rp8 ribu untuk porsi kecil, dengan variasi menu yang terus dikembangkan agar siswa tidak merasa bosan.
Sementara itu, Wakapolres Nias Selatan selaku Ketua Satgas MBG menekankan bahwa program ini merupakan amanah pemerintah pusat yang harus dijalankan sesuai petunjuk teknis dengan pengawasan maksimal.
“Selama sekitar 40 hari pelaksanaan, sekolah terus melakukan pemantauan.
Komunikasi harus terus dibangun agar setiap kendala dapat segera ditangani,” tegasnya.
Perwakilan kepala sekolah menyambut baik program tersebut karena dinilai sangat membantu dalam pemenuhan gizi siswa serta mengurangi kebiasaan membeli jajanan sembarangan di luar sekolah.
Dalam forum evaluasi, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait perubahan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional serta surat edaran terbaru mengenai pelaksanaan MBG. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan kritik dan saran demi perbaikan program ke depan.
Mitra SPPG turut menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga kualitas makanan, pengelolaan dapur, dan ketepatan distribusi.
Sekolah diminta aktif melaporkan setiap kekurangan agar dapat segera diperbaiki.
Mewakili insan pers, Markus Duha menilai kegiatan evaluasi ini sebagai langkah positif yang menunjukkan keseriusan penyelenggara dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan terus mengalami peningkatan kualitas.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan ditutup dengan komitmen bersama seluruh pihak untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis demi mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Kabupaten Nias Selatan.
(NOVERIUS SADAWA)
Tidak ada komentar