Siswa SRMP 23 Makassar Belajar Membatik Shibori Bareng UMKM Bulukumba

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Jun 2026 11:15 5 Admin KPK

Siswa SRMP 23 Makassar Belajar Membatik Shibori Bareng UMKM Bulukumba

 

Bulukumba. Star BPK News Id Rumah Membatik Bunga Mawar Kabupaten Bulukumba menggelar pelatihan membatik Shibori dan Batik Tulis untuk siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama SRMP 23 Makassar, Jumat 5 Juni 2026.

 

Kegiatan berlangsung sehari di SRMP 23 Makassar, Salodong, Kecamatan Untia, Makassar. Pelatihan menjadi pengalaman berharga bagi siswa mengenal, mempraktikkan, sekaligus mencintai warisan budaya membatik Indonesia.

 

Pelatihan dipandu langsung Owner Rumah Membatik Bunga Mawar Andi Mawarwati bersama dua instruktur Herawati dan Nurlela. Dengan penuh kesabaran, para instruktur membimbing siswa menuangkan kreativitas ke dalam motif dan warna.

 

Didampingi guru, wali asuh, dan wali asrama, para siswa belajar bahwa membatik melatih ketelitian, kesabaran, dan kreativitas. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya bangsa.

Andi Mawarwati mengungkapkan antusiasme siswa sangat tinggi selama pelatihan. Membatik menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar siswa, termasuk guru dan pembina yang turut mendampingi.

 

Awalnya pihak sekolah memesan 130 sarung pantai batik. Namun stok yang tersedia hanya 100 lembar, sehingga muncul gagasan melibatkan siswa membuat 30 sarung sisanya sebagai bagian pembelajaran.

 

“Alhamdulillah, siswa sangat antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan produk jadi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung membuat karya batik sendiri,” ujar Andi Mawarwati.

 

Untuk diketahui, Rumah Membatik Bunga Mawar merupakan UMKM binaan Dekranasda Kabupaten Bulukumba. Usaha ini aktif memberdayakan masyarakat lokal lewat produksi sarung pantai khas Bulukumba dan batik tulis.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bulukumba Andi Herfida Muchtar mengapresiasi keterlibatan Rumah Membatik Bunga Mawar. Menurutnya kegiatan ini strategis karena siswa sejak dini dikenalkan produk lokal dan proses pembuatannya.

 

Ini sarana edukasi budaya sekaligus membuka wawasan generasi muda tentang potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” ungkap Andi Herfida.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak generasi muda mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan warisan budaya Indonesia melalui karya dan kreativitas.

 

Pewarta Andi Muatafa

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA