Semarak Momen Karnaval Sound Genteng Banyuwangi: Berjumlah 14 Sound System Berjalan Dengan Tertib dan Lancar 

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Agu 2026 21:39 19 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI — Kemeriahan acara hiburan di bulan agustusan di warnai dengan adanya pemandangan tak biasa dalam gelaran kirab budaya karnaval sound system di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Acara berlangsung dimulai dari pukul 16.00 Sore hingga pukul 22.00 WIB di jalan Jembatan Sasak Mayit tepatnya di depan perkebunan tebu resomulyo.

 

Di tengah antusias warga dan riuk pikuk hiburan rakyat, sebelum acara dimulai dan berjalan sebanyak 14 peserta karnaval secara serempak mengumandangkan azan pada waktu Maghrib dari atas armada audio mereka. Gema azan terdengar dari belasan sound system berdaya besar tersebut membahana di sepanjang rute parade.

 

Momen religius ini menjadi bagian dari konsep kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan kemeriahan hiburan publik dengan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan serta kenyamanan masyarakat setempat. Langkah memadukan dentuman audio dengan kumandang azan serempak ini menuai perhatian dari para penonton.

 

Kehadiran sesi religius tersebut dinilai menjadi bukti bahwa parade hiburan bertensi tinggi tetap dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan keagamaan secara harmonis. Camat Genteng bapak Khoirul Hidayat, S.STP., M.Si. menyampaikan bahwa konsep ini diusung agar ajang hiburan tidak mengabaikan tata tertib dan toleransi lingkungan.

 

“Kami berharap seluruh peserta bisa menaati aturan yang sudah disepakati bersama. Ketertiban ini bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia atau aparat, tetapi juga seluruh peserta. Kalau semua bisa saling menghormati dan mengikuti ketentuan, Insyaallah kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Camat Genteng bapak Khoirul.

 

Selain mengatur teknis suara dan momen keagamaan, pihak kecamatan menekankan pentingnya etika berkendara dan kesantunan peserta di sepanjang jalan. Peserta diimbau untuk tidak hanya terpaku pada performa hiburan, tetapi juga peka terhadap dinamika warga yang jalurnya dilintasi parade.

 

“Yang paling penting adalah tertib selama perjalanan. Peserta kami harapkan bisa menjaga sikap, mengikuti rute yang sudah ditentukan mencapai garis finish di lampu merah genteng wetan, mematuhi batas waktu, dan menghormati masyarakat yang dilewati. Harapannya kegiatan ini tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan kesan positif bagi semua pihak,” tambahnya.

 

Melalui pendekatan berbasis musyawarah dan kesepakatan kolektif ini, pihak Kecamatan Genteng berharap pelaksanaan karnaval sound system di wilayahnya dapat menjadi penyeimbang antara ruang ekspresi komunitas dan ketertiban umum.

 

“Semoga pelaksanaan karnaval sound di Genteng ini bisa menjadi role model untuk daerah lainnya. Artinya, kegiatan tetap bisa berjalan meriah, tetapi aturan tetap dipatuhi,” tutupnya. Sumber berita: (Red Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA